DaerahLebak

Kerugian Infrastruktur Akibat Banjir di Lebak Capai Rp8 Miliar

LEBAK, BANTEN RAYA- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak telah selesai menghitung nilai kerugian dari kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akibat diterjang banjir dan longsor beberapa waktu lalu di Lebak. DPUPR Lebak mencatat, nilai kerugian dari kerusakan puluhan infrastruktur aset Pemkab Lebak mencapai Rp8 miliar. 

Kepala DPUPR Lebak Maman SP menjelaskan, agar puluhan infrastruktur tersebut dapat normal kembali, maka petugas DPUPR sudah mengajuan alokasi dana perbaikan ke pemkab.

“Tingkat kerugian akibat infrastruktur rusak diterjang bencana banjir dan longsor, telah kami sampaikan langsung ke Ibu Bupati Lebak. Agar penanganan terhadap infrastruktur yang rusak tersebut bisa kami lakukan secepatnya, maka dinas kami sudah mengajukan anggaran melalui alokasi biaya tidak terduga (BTT),” ujar Maman, kemarin.

Dari puluhan infrastruktur yang rusak, ada di antaranya yang masih bisa dipergunakan masyarakat. Salah satunya dua jalan kabupaten di Kecamatan Bojongmanik, maupun jalan kabupaten di Kecamatan Leuwidamar. Khusus untuk dua jembatan gantung yang membentangi Sungai Ciberang yang menghubungkan Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung dengan Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, serta jembatan gantung di Cileles sama sekali tidak bisa digunakan lagi.

“Bila usulan dana perbaikannya sudah direalisasi, kami akan menangani infrastruktur yang benar-benar mendesak untuk kepentingan masyarakat,” terangnya.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan pada DPUPR Lebak Irvan Suryatupika mengatakan, karena usulan dana perbaikan sudah dilayangkan ke pemkab, maka diharapkannya pada awal Januari 2021, pekerjaannya sudah bisa dilakukan.

“Bagi kami, penanganannya lebih cepat lebih baik, agar infrastruktur jalan maupun jembatan yang rusak aibat bencana alam, bisa dinikmati kembali,” kata Irvan.(hudaya)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: