Lebak
Trending

Kisah Kampung Mati di Cigemblong Kabupaten Lebak yang Ditinggal Ratusan Warganya..

LEBAK, BANTEN RAYA – Kampung Cigemblong, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong menjadi kampung mati.

Penyebabnya, sebanyak 219 kepala keluarga yang tinggal di kawasan tersebut harus meninggalkan rumah karena masuk dalam kawasan berbahaya setelah tragedi longsor dan banjir bandang di Januari 2020 lalu.

Warga sudah satu tahun ini tinggal di hunian sementara (huntara) di kampung lain di Desa Banjarsari. Warga tak bisa kembali ke kampung mereka karena karena tebing yang mengelilingi Cigemblong hingga kini masih labil, dan berpotensi longsor kembali.

Iwan, warga Cigemblong yang kini mengungsi di huntara mengungkapkan, sebagian rumah yang ditinggalkan warga tersebut dalam kondisi rusak berat setelah dihantam longsor.

“Tidak hanya rumah, akses jalan menuju kampung kami pun ambrol karena putus tergerus longsor. Intinya, kampung kami terisolir,” ujar Iwan, kemarin.

Rohman, warga Kampung Cigemblong mengatakan, kini dirinya masih mengungsi di kediaman keluarganya di Kampung Banjar Irigasi, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebakgedong. Menurutnya, meski sudah menjadi kampung tak berpenghuni, namun ada saja warga yang sengaja datang ke kampung tersebut, melalui jalan setapak hutan belantara milik PT Perhutani.

“Karena kangen kampung halaman, saya pun pernah dua kali melihat rumah saya di Kampung Cigemblong,” ungkap Rohman.

Terpisah, Sekda sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lebak Dede Jaelani mengatakan, sangat riskan bila Kampung Cigemblong masih dihuni warganya. Oleh karena itu, keputusan yang tepat adalah mengungsikan warga ke huntara.

“Sekarang menjadi kampung mati. Tetapi tidak lama lagi, warganya yang masih mengungsi di huntara akan direlokasi ke Blok Cikantor, Desa Banjarsari, Lebakgedong,” terang Dede. (hudaya)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp