DaerahLebak
Trending

MUI Lebak Batasi Jumlah Jemaah Tarawih di Masjid dan Musala

LEBAK, BANTEN RAYA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak memperbolehkan pelaksanaan salat tarawih di bulan Ramadhan 2021 berjamaah di musala atau masjid di tengah pandemi Covid-19. Kendati demikian, masjid atau musala hanya boleh menampung 50 persen dari kapasitas maksimalnya. 

Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Pupu Mahpudin kepada Banten Raya mengatakan, keputusan soal tarawih telah disampaikan ke masing-masing MUI ditingkat kecamatan. 

“Setiap masjid maupun musala yang digunakan untuk salat tarawih hanya diperbolehkan menampung 50 persen jemaah. Selain itu, keberadaan sajadah di dalam masjid harus dipastikan dalam kondisi bersih dan steril dari virus maupun bakteri, serta sediakan tempat cuci tangan di depan masjid atau musala,” ujarnya, Kamis (8/4/2021). 

Ditambahkannya, agar prokes pada salat tarawih benar-benar diindahkan, pihaknya selalu memberi imbauan kepada keseluruh pengurus MUI dimasing-masing kecamatan. 

“Dengan memperhatikan prokes (protokol kesehatan) dengan baik, kami yakin salat tarawih selama Ramadan di Lebak akan tetap aman,” harapnya.

Wakil Ketua II MUI Lebak KH Wawan Gunawan mengatakan, bahwa kasus penularan virus korona kini sudah merambah hingga ke desa-desa. Oleh karena itu, semua jenis kegiatan yang diselenggarakan di desa, harus tetap menerapkan prokes. 

“Begitu pula dengan kegiatan salat tarawih yang sebentar lagi akan dilaksanakan seluruh umat muslim di Lebak, tentu harus mengutamakan prokes. Agar sarana ibadah kita seperti di masjid maupun musala tetap menjadi tempat yang bersih dan terhindar dari virus korona,” tegasnya. (hudaya/muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp