DaerahEkonomi & BisnisLebak
Trending

Penjualan Kerajinan Suku Baduy Anjlok, Jual Sekarang Baru Laku Seminggu Kemudian

LEBAK, BANTEN RAYA – Hasil kerajinan tangan warga Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak belakangan ini sulit terjual. Penyebabnya tiada lain karena sepinya wisatawan yang berkunjung ke Baduy. Hal itu dampak dari pandemi Covid-19 dan Pemkab Lebak yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Salah seorang warga Baduy yang berdomisili di Kampung Kaduketug III, Desa Kanekes, Dewi mengatakan, hasil kerajinan tangan seperti tenun kain, tas koja, udeng, golok, madu, lomar, buah-buahan serta pernak-pernik lainnya, belakangan ini sulit terjual. Menurutnya, wisatawan yang berkunjung tidak seramai tahun sebelumnya. Bahkan untuk menjual satu barang saja kini harus menunggu hingga satu minggu lamanya.

“Makin ke sini para wisatawan yang berkunjung ke Baduy semakin sepi. Setiap akhir pekan biasanya ramai, sekarang bisa dihitung dengan jari,” ujar Dewi, Minggu (21/3/2021).

Ambu Yadi, warga Kaduketug III lainnya mengatakan, meski sepi pengunjung dan dagangannya sulit laku, kaum perempuan di Desa Kanekes tetap menenun kain. Begitu pula para kaum pria tetap berada di ladang karena karena saat ini sedang musim panen.

“Sebelum korona, penjualan semua jenis kerajinan tangan sangat lumayan. Tetapi sekarang sangat susah,” ungkap Ambu Yadi. (hudaya/muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp