DaerahLebak
Trending

Proyek Tol Serang-Panimbang Dituding Sebabkan Banjir

LEBAK, BANTEN RAYA – Lebih dari 250 hektare sawah di Desa Cisangu, Bojongcae, serta Panancangan Kecamatan Cibadak terendam banjir sejak Sabtu (3/4/2021). Areal pesawahan yang kebanjiran ini lokasinya percis di sisi proyek Jalan Tol Serang-Panimbang (Serpan). Tingginya banjir membuat petani khawatir tanaman padi mereka gagal panen atau puso.

Aceng, salah seorang petani di Desa Cisangu kepada Banten Raya mengungkapkan, sejak adanya proyek Tol Serpan, wilayahnya selalu kebanjiran air bah setiap terjadi hujan yang intensitasnya tinggi. Banjir kata Aceng merendam sawah warga. “Padahal sebelum tol dibangun sawah aman dari banjir,” kata Aceng, kemarin.

Dikatakannya, pada musim panen akhir tahun 2020, tanaman padinya pun sempat kebanjiran. Banjir kata Aceng datang lagi saat wilayah Desa Cisangu diguyur hujan lebat sejak Jumat hingga Sabtu (2-3/4/2021).

“Hari ini (kemarin-red), tanaman padi saya yang beberapa hari lagi akan dipanen kembali digenangi banjir,” ujar Aceng, kemarin.

Agar kedepannya tidak terjadi banjir lagi, Aceng mengaku akan mengadukan soal banjir di persawahannya kepada Enden Mahyudin, Anggota Fraksi PDIP DPRD Lebak, dengan harapan agar pihak pelaksana pembangunan jalan tol memberikan kompensasi kepada para pemilik sawah, serta membangun saluran air untuk mencegah areal persawahan di Cisangu, Bojongcae, serta Panancangan dari ancaman banjir.

“Tempo hari saya dan para petani dari tiga desa mengadu kepada Pak Enden Mahyudin agar bisa membantu nasib petani yang sawahnya terendam banjir,” kata Aceng.

Terpisah, Enden Mahyudin mengatakan, pihaknya sangat mendukung terhadap proyek strategis nasional pembangunan jalan tol serpan yang tentunya sangat berdampak positif bagi pertumbuhan dan perekonomian di Lebak maupun Kabupaten Pandeglang.

Namun karena akibat pembangunan Tol Serpan tersebut berdampak negative terhadap areal persawahan di tiga desa di Cibadak, maka Enden mendesak pemerintah pusat melakukan koordinasi dengan Pemkab Lebak, untuk menangani persoalan banjir.

“Saya harap pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengambil langkah strategis untuk mencegah terjadinya banjir di areal persawahan di Cibadak. Padi yang terendam banjir tersebut adalah sumber pendapatan para petani, maka kami harap pemerintah pusat segera memberikan kompensasi kepada para petani,” harap Enden.

Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PT Wijaya Karya (Wika) sebagai pihak pelaksana pembangunan jalan Tol Serpan Ade Suhendar, saat hendak dikonfirmasi melalui telepon genggamnya sulit dihubungi. (hudaya/muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp