DaerahEkonomi & BisnisLebakPemprov Banten
Trending

Tol Serang-Panimbang Bisa Dipakai untuk Mudik Lebaran, Gratis Pula

SERANG, BANTEN RAYA – Tol Serang-Panimbang (Serpan) seksi I dari Serang hingga Rangkasbitung sudah bisa difungsionalkan pada musim mudik Idul Fitri 2021 masehi. Tak hanya dapat dilalui, nantinya pengendara juga tidak akan dipungut biaya alias gratis. Pengenaan tarif baru akan diberlakukan pada Juli mendatang. 

Seperti diketahui, pengerjaan Tol Serpan dibagi dalam tiga seksi sepanjang 83,67 kilometer. Seksi 1 yaitu Serang hingga Rangkasbitung sekitar 26,5 kilometer. Seksi 2 dari Rangkasbitung hingga Cileles sepanjang 24,1 kilometer dan seksi 3 dari Cileles hingga Panimbang sepanjang 33 kilometer.

Tol dilengkapi dengan tujuh interkoneksi simpang susun. Ketujuh akses itu terdiri atas simpang susun Petir, Cikeusal, Rangkasbitung, Cikulur, Bojong, Cileles dan Pagelaran. Tol dibangun melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Serang-Cileles sepanjang 50,67 kilometer dikerjakan oleh badan usaha dan Cileles-Panimbang sepanjang 33 kilometer dikerjakan oleh pemerintah.

Manajer Bidang Human Capital dan Umum PT Wika Serang-Panimbang Bambang Yogaswara mengatakan, hingga akhir Desember 2020 progres pembangunan fisik Tol Serpan seksi I sudah mecapai 89 persen. Dengan capaian tersebut maka ditargetkan pada musim mudik tahun ini seksi I sudah bisa difungsionalkan.

“Lebaran tahun ini Tol Serang-Panimbang seksi I Serang-Rangkasbitung sudah bisa difungsionalkan. Kita berharap pekerjaan konstruksi kontraktor ini paling lambat Maret sudah selesai 100 persen,” ujarnya saat dihubungi Banten Raya, Selasa (26/1/2021).  

Ia menuturkan, saat ini proses pengerjaan fisik di seksi I hanya menyisakan beberapa bagian saja. Salah satunya adalah penyelesaian tahap akhir beberapa jalan layang atau overpass. “Ada beberapa pekerjaan di overpass masih kita kerjakan, pekerjaan penyambungan dengan jalan sebelumnya,” katanya. 

Selain konstruksi, permasalahan lain yang mesti diselesaikan adalah sodal pembebasan lahan. Terdapat sejumlah bidang lahan yang masih dalam proses pembebasan, salah satunya melalui konsinyasi di pengadilan. Akibatnya, sejumlah titik jalan tol belum bisa dilakukan betonisasi.

“Insya Allah sampai dengan Maret sudah terselesaikan dan sudah bisa dilakukan konstruksi. Ada sedikit di KM 24,5, artinya rigid (konstruksi pengerasan jalan-red) belum nyambung. Tetapi kalau misalkan teman-teman mau dari Serang ke Rangkasbitung sudah bisa lewat,” ungkapnya. 

Lebih lanjut diungkapkan Bambang, Tol Serpan seksi I itu pada musim mudik Idul Fitri 2021 nantinya maish berstatus fungsional. Artinya, ruas jalan tol sudah bisa dilalui kendaraan namun belum dikenakan tarif alias gratis.

“Kalau difungsionalkan itu semua persyaratan minimal penggunaan jalan tol itu sudah terpenuhi cuma belum berbayar. Nanti lakukan dulu uji laik fungsi oleh regulator, BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol). Kalau memang sudah laik fungsi itu boleh difungsionalkan. Artinya kesiapan sistem, peralatan, rambu-rambu sudah harus siap,” tuturnya. 

Bambang menambahkan, status fungsional setidaknya akan berlangsung selama dua bulan dan baru mulai dikenakan tarif pada Juli mendatang. Sementara untuk seksi II dan III kontruksinya ditargetkan mulai digarap pada April 2021 dan diharapkan bisa dioperasionalkan pada Juli 2023.

“Seksi II dan III kita berharap sudah mulai konstuksinya dilakukan bersamaan, berharap di April sudah ada pekerjaan. Berharap beroperasi dari Serang sampai Panimbang penuh di Juli 2023. Nanti Tol Serpan bakal integrasi sama Tol tangerang-Merak,” ujarnya.

Direktur Utama PT Wika Serang-Panimbang Mulyana membenarkan, Tol Serpan untuk seksi I sudah bisa difungsikan pada musim mudik Idul Fitri 2021. Fokus besarnya saat ini adalah menyelesaikan proses pembebasan lahan yang masih tersisa.

“Ditargetkan untuk difungsikan belum ditarifkan. Ini masih ada kendala tanah yang belum selesai. Kalau tidak selesai maka ini akan mengganggu target di atas,” tuturnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp