DaerahPemprov Banten
Trending

Mahasiswa: 49 Bulan WH-Andika Gagal Memimpin Banten

SERANG, BANTEN RAYA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Wilayah (Pw) Serang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (17/6/2021).

Dalam aksinya mereka mereka menilai Wahidin Halim (WH)-Andika Hazrumy telah gagal menjalankan jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang kini tinggal menyisakan 11 bulan lagi.

Ketua Umum Kumala Pw Serang Misbahudin mengatakan, situasi Banten saat ini sangat miris dan jauh dari ekspetasi berpisahnya Banten dari Jawa Barat. Harapannya untuk bisa menyejahterakan hidup masyarakat akan tetapi ini malah kebalikannya.

“49 bulan WH-Andika gagal memimpin Banten. Seharusnya WH-Andika dengan janji politiknya ini mampu menghilangkan kasus yang sangat merugikan masyarkat Banten. Akan tetapi hal ini jauh dari pada harapan masyarakat dengan munculnya 3 kasus korupsi yang beruntut di masa Pandemi Covid-19,” ujarnya.

BACA JUGA: Mahasiswa: Banten Darurat Korupsi, Kejati Tidak Boleh “Mati”

Dipaparkannya, adapun ketiga kasus itu terdiri atas dugaan korupsi pengadaan tanah Kantor Samsat Malimping. Kemudian kasus dugana korupsi dana hibah pondok pesantren (ponpes) tahun 2018 dan 2020 serta kasus dugaan korupsi pengadaan masker KN95.

“Hal ini jelas sudah merusak citra baik Provinsi Banten dan menghilangkan rasa kepedean masayarkat ketika Banten disebut daerah tukang korup. Dalam masa kepemimpinan WH-Andika di kurun waktu 4 tahun 1 bulan perlu kiranya kita garis bawahi. WH-Andika tidak berkomitmen terhadap janji politiknya dan tidak mampu memberikan pemahaman kepada bawahannya soal good government,” katanya.

Untuk itu Kumala meminta agar Pemprov Banten dapat mewujudkan reformasi birokrasi, serta dapat menjalankan sistem penyelenggaraan pemerintah dengan transparan.

Saksikan Reses Anggota DPRD Provinsi Banten di Banten Raya Channel

Dilain hal, mereka juga mengharapkan kepada Kejati Banten untuk segera mengusut tuntas ketiga kasus tersebut. Pasalnya, masih dimungkinkan ada aktor lain di balik skema korupsi tersebut.

“Penegak hukum harus segera mengsut tuntas atas terjadinya mega korupsi di tubuh Pemprov Banten,” tutupnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp