DaerahPendidikan
Trending

Mantap, KKP Ajak Untirta Kembangkan Alat Deteksi Tsunami

CILEGON, BANTEN RAYA- Pusat Riset Kelautan Badan Riset, Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bersama dengan Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melakukan kerjasama untuk mengembangkan alat deteksi tsunami.

Dekan Fakultas Teknik Untirta Asep Ridwan mengatakan, kerjasama antara Fakultas Teknik Untirta dengan KKP terkait dengan pengembangan riset kemaritiman dan mitigasi bencana pesisir untuk tridarma perguruan tinggi.

“Salah satu yang dilakukan adalah melakukan riset dan pengembangan alat pendeteksi tsunami dan peringatan dini kebencanaan di Selat Sunda sebagai model nasional tsunami early,” kata Asep usai melakukan kunjungan ke lokasi pemasangan alat pendeteksi dini tsunami yang berada di Pantai Marina Bambu, Anyer, Kabupaten Serang, kemarin.

Related Articles

Asep mengaku, akan membentuk tim riset yang akan diketuai oleh Romy Wiryadinata selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro. Nantinya tim riset dari Fakultas Teknik dan tim riset dari Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan akan melakukan riset bersama.

“Dengan adanya kesempatan ini Fakultas Teknik Untirta dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dan pemerintah dalam Kemaritiman dan Mitigasi Bencana Pesisir di wilayah Selat Sunda,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Dekan II Sirajuddin menambahkan, bahwa sebelumnya Fakultas Teknik Untirta juga sudah menciptakan alat pendeteksi tingkat ketinggian air yang dipasang di sungai, guna mengukur tingkat ketinggian air yang ada di sungai. 

Sirajuddin berharap, dengan adanya kerjasama tersebut maka Fakultas Teknik Untirta bisa lebih mengembangkan alat dan nantinya juga bisa digunakan sebagai alat pendeteksi dini bencana tsunami. 

Senada disampaikan Peneliti di Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan pada KKP, Semeidi Husrin. Dijelaskannya, alat yang digunakan saat ini bertujuan untuk menghitung muka air laut yang disebut dengan PUMA. 

Ia memaparkan, alat ini dilengkapi panel surya untuk menangkap cahaya matahari yang dilengkapi dengan dua baterai cadangan jika tidak ada cahaya matahari. Jika ada perubahan signifikan pada muka air laut, alat ini akan mengirimkan peringatan ke ponsel atau email yang sudah diregister dengan alat tersebut. 

“Hal ini sesuai dengan kriteria dari BMKG bahwa alat ini bisa dipergunakan untuk mendeteksi dini tsunami, jika dapat mengirim peringatan kurang dari 5 menit. Untuk menverifikasi alat ini juga dilengkapi dengan CCTV kamera,” ucap Semeidi. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp