DaerahEkonomi & BisnisPandeglang
Trending

1.810 Hektare Sawah di Pandeglang Divonis Gagal Panen, Petani Hanya Bisa Pasrah

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang mencatat seluas 8.859,5 hektare sawah di Pandeglang terendam banjir luapan Sungai Cilemer dan Ciliman. Dari jumlah tersebut, 1.810 hektare sawah dipastikan bakal gagal panen. 

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Iping Saripin mengatakan, ribuan hektare sawah yang saat ini terendam banjir tersebar di 16 kecamatan. Paling parah terjadi di Kecamatan Sindang Resmi seluas 403 hektare, Kecamatan Angsana 372 hektare dan Kecamatan Patia 129 hektare. “Berdasarkan laporan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) saat ini sawah masih terendam. Data awal yang kami terima ada 8.859,5 hektar yang terendam dengan ketinggian variatif,” kata Iping saat ditemui di kantornya, Rabu (3/2/2021).

Hanya saja, kata Iping, mayoritas lahan pertanian yang terendam banjir diupayakan masih bisa terselamatkan hingga musim panen nanti. Padi yang diharapkan tetap tumbuh adalah padi yang sudah berusia satu bulan lebih dan memiliki akar yang sudah kuat. 

Namun lebih dari 1.810,5 hektare dipastikan Iping akan mengalami gagal tanam. Pasalnya, saat banjir tiba usia tanam masih muda atau dalam periode pertumbuhan vegetatif dan generatif. 

“Kami prihatin dengan kondisi gagal tanam ini. Produktivitas padi juga otomatis akan berkurang drastis. Kualitas padi yang dalam masa pertumbuhan terendam, biasanya kurang baik walaupun tetap bisa dipanen,” tandasnya.

Masih kata Iping, Dinas Pertanian sudah meminta bantuan ke pemerintah pusat supaya bisa diberikan pengadaan bibit padi bagi petani yang terdampak banjir. Namun hingga kini, dia mengaku belum mendapat kabar lanjutan soal bantuan tersebut. 

“Kami sudah mengajukan sebanyak luasan tersebut. Intinya minta bantuan benih, tapi sampai hari ini belum ada jawaban dari pusat apakah akan direalisasi atau tidak,” pungkasnya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sadulur, Kecamatan Sindangresmi, Ahmad Yogi mengaku sangat menderita dengan banjir yang melanda. Menurutnya banjir tahun ini lebih sering dibandingkan sebelumnya. “Kalau padi sudah kebanjiran saya mah pasrah. Hasilnya pasti turun. Ada yang bisa dipanen juga sudah bersyukur,” kata Yogi.

Yogi menginginkan persoalan banjir di wilayah Pandeglang Selatan diatasi dengan baik sehingga tidak menjadi bencana musiman. 

“Sejak saya kecil sampai sekarang banjir selalu datang kalau hujan deras. Kami ingin bantuan pemerintah membuat sarana pembuangan air dan tidak merendam sawah,” katanya. (muhaemin/hendra)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp