DaerahPandeglang
Trending

Alhamdulillah, Sudah Tobat Kini Penganut Aliran Hakekok Mulai Salat dan Ngaji

PANDEGLANG, BANTEN RAYA- Sebanyak 16 orang warga Kecamatan Cigeulis yang diduga menganut aliran hakekok balakasuta akhirnya kembali ke ajaran agama Islam. Mereka sudah mulai melaksanakan salat lima waktu hingga mengikuti pengajian. 

Mereka ini dibimbing oleh murid atau santri Abuya KH Muhtadi Cidahu, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang di rumah singgah milik Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, di Kampung Kadu Pereng, RT01, RW01, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Minggu (14/2/2021). 

“Insya Allah kami akan fokus mendidik mereka supaya kembali kepada agama kita (Islam),” kata Abuya saat memimpin doa di kediamannya di Pondok Pesantren Raudhotul Ulum tepatnya di Kampung Cidahu, Desa Tanagara, Kecamatan Cadasari. 

Pantauan Banten Raya, Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama jajarannya mengunjungi rumah singgah Dinas Sosial (Dinsos). Kunjungan orang nomor satu di Pandeglang itu untuk memberikan motivasi sekaligus mengunjungi para pelaku. Saat berkunjung, kebetulan mereka sedang melaksanakan salat zuhur. “Alhamdulillah, bisa kita lihat bahwa mereka sudah kembali ke jalan yang diridai Allah SWT,” kata Irna. 

Kepala Dinsos Pandeglang Nuriah mengatakan, dinasnya bekerjasama dengan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat dan pemerintah daerah, akan memberikan pendampingan terhadap mereka di rumah singgah. Sebab, rumah singgah berfungsi untuk menampung warga tentang perlindungan sosial. 

“Selain mereka sudah melaksanakan salat lima waktu, dan pengajian rutin atau bimbingan rohani setiap sesudah salat magrib. Kita juga memberikan bimbingan psikologi dan edukasi kepada mereka agar tidak melakukan hal-hal yang menyimpang,” ungkapnya. 

Ketua Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat Kejaksaan Negeri Pandeglang Suwarno mengharapkan, mereka kembali ke ajaran agama Islam. “Mereka ini saudara kita yang di mana pada perjalanannya menyimpang dari ajaran agama Islam. Mereka ini kita serahkan kepada Abuya untuk dididik dan dibina, sehingga kedepan mereka bisa dan mau menjalankan syariat Islam yang sebenarnya sesuai Alquran dan Alhadis,” ungkapnya. 

Ketua Satuan Bakti Pekerjaan Sosial Kementerian Sosial pada Dinsos Pandeglang Ahmad Subhan menuturkan, pemerintah daerah tidak hanya memberikan pendampingan terhadap pelaku terduga aliran hakekok, dinsos melakukan pendampingan terhadap anak-anak pelaku. 

“Anaknya kita berikan layanan dukungan psikologis sosial. Total anak mereka ada tiga orang, usia 5 tahun 2 orang dan 13 tahun 1 orang,” tuturnya. 

Menurutnya, anak terduga para pelaku harus diberikan dukungan fisik sosial yang membutuhkan perlindungan khusus. 

“Kenapa kita bilang harus diberikan perlindungan khusus, jadi anak ini kan dibawa oleh orang tuanya, diperlakukan salah. Intinya anak ini tidak tahu menahu tentang persoalan aliran orangtua mereka,” katanya. (yanadi/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp