Hukum & KriminalPandeglang
Trending

Balai Karantina Pertanian Cilegon Amankan 20.000 Bibit Talas Beneng, Diduga Tidak Dilengkapi Setifikat Kesehatan

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon Kementerian Pertanian mengamankan 20.000 bibit talas beneng hasil sitaan yang disimpan di gudang milik CV Petra Benindo atau perkumpulan talas beneng Indonesia di Kampung Tajur, Desa Palurahan, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Selasa (26/1/2021). Talas yang disita tersebut diduga tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan tumbuhan dari asal area.

Koordinator Bidang Kepatuhan Badan Karantina Pertanian Kelas II Cilegon Karsad mengatakan, bibit talas beneng tersebut akan diamankan untuk dilakukan uji laboratorium di Balai Karantina.
“Bibit itu kita titipkan atau pinjam gudang. Hari ini (kemarin-red) kita bawa ke kantor karantina agar dilaporkan sehat dan bisa di terima daerah lain,” katanya.

Dijelaskannya, bibit talas beneng yang diamankan hasil penyegelan dari Pelabuhan Marunda yang akan dikirim ke Pontianak dan diamankan di Pandeglang.
“Itu kita amankan di Pelabuhan. Kondisi karantina tempo hari belum ada gudang, kita ititipkan di sini (Pandeglang-red),” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ardi Maulana selaku penjual bibit talas beneng menyayangkan tuduhan yang dilayangkan Balai Karantina, di mana menurut karantina 20.000 bibit talas beneng yang dikirim tidak dilengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan dari area asal, dan tidak dilaporkan serta tidak diserahkan kepada petugas karantina. Padahal, sertifikat tersebut sedang tahap proses.

“Surat sertifikat kesehatan sedang diurus di Balai Karantina Marunda, tapi dijegal oleh Karantina Cilegon dan disimpan di gudang Perta Benindo. Harusnya, barang bibit itu disimpan di gudang Balai Karantina, bukan di gudang milik perkumpulan talas beneng,” terang Direktur CV Putra Petani Gunung Karang ini. (yanadi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp