Pandeglang
Trending

Besok, DPRD Pandeglang Usulkan Irna-Tanto Diberhentikan & Ini Penyebabnya

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Dinamika politik di Kabupaten Pandeglang terus menghangat pasca pasangan petahana Irna Narulita-Tanto Warsono Arban ditetapkan sebagai pemenang Pilkada oleh KPU Pandehlang, pekan kemarin. Bahkan, besok Rabu (24/2) DPRD akan menggelar paripurna pengusulan pemberhentian Irna-Tanto dari jabatannya.

“Besok kami akan paripurna pengusulan pemberhentian bupati dan wakil bupati Pandeglang masa jabatan 2016-2021,” kata Ketua DPRD Pandeglang Tb Udi Juhdi, Selasa (23/2) petang.

Pengusulan pemberhentian Irna-Tanto memang prosedur yang harus dilakukan DPRD Pandeglang. Soalnya berdasarkan ketentuan, lima hari setelah KPU menetapkan calon terpilih, DPRD harus mengusulkan bupati baru yaitu pemenang Pilkada kepada Menteri Dalam Negeri melalaui Gubernur Banten. “Sesuai ketentauan maksimal 5 hari pasca penetapan calon terpilih, DPRD harus sudah mengusulkan pemberhentian sekaligus pengesahan dan pengangkatan calon bupati terpilih 2020,” terang politisi Gerindra ini.

Soal kapan bupati dan wakil bupati terpilih dilantik, Udi menyatakan tidak punya kewenangan menentukan jadwal. Namun kalau dilihat dari AMJ (akhir masa jabatan) bupati dan wakil bupati periode 2026-2020 yaitu 23 Maret 2020, Udi optimis pelantikan akan digelar pada akhir Maret atau April 2020. “Informasinya pelantikan kepala daerah terpilih akan dilakukan serentak dengan kabupaten/kota lain di Banten pada April 2020. Kita lihat saja nanti waktunya,” jelasnya.

Sekadar informasi, Irna Narulita-Tanto Warsoni Arban kembali terpilih dalam Pilkada Pandeglang 2020 lalu. Kemenangan Irna-Tanto didapat setelah melewati proses persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) karena paslon lain yakni Thoni-Imat melakukan gugatan hasil Pilkada. Namun gugatan Thoni-Imat dinyatakan ditolak dan akhirnya KPU Pandeglang menetapkan Irna-Tanto pemenang. (muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp