Pandeglang

Bupati Pandeglang Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Karang, Ini Targetnya

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Bupati Pandeglang Irna Narulita melakukan penanaman bibit bawang putih di Lereng Gunung Karang tepatnya di Kampung Kaduengang, Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari, Selasa (23/2/2021).

Penanaman bawang putih ini dilakukan lantaran bupati meyakini tanah di kawasan tersebut berpotensi untuk menjadi sentra bawang putih.

“Saya yakin di Pandeglang juga bisa menanam bawang putih kami siap menjadi sentra bawang putih dan menjadi kontributor bagi nasional,” kata Bupati Irna Narulita usai acara penanaman bawang putih, Selasa (23/2).

Adapun lahan yang disiapkan untuk kebun bawang putih ini seluas 4 hektare. Bupati Irna meminta agar pengelola kebun melakukan perawatan maksimal agar hasil yang dicapai melebihi target.

“Saya yakin hasilnya lebih dari 6 ton, jika dirawat dengan baik. Dampingi petani kami oleh tenaga ahli yang dibawa oleh importir dan para penyuluh,” ujarnya.

Masih kata Irna, bawang putih ini merupakan komoditas yang sangat strategis, dan selama ini ketergantungan dari luar negeri.

“Kalau kita bisa kenapa tidak dicoba, jika ada peluang pasar jangan kasih kesempatan orang lain manfaatkan daerah kita,” katanya.

Direktur PT Alvin Umar Jahidin selaku pengembang kebun mengatakan, dari 180 Kabupaten Kota di Indonesia, salah satunya Pandeglang yang akan ditanami bawang putih. “Pemerintah mewajibkan kami importir untuk menanam bawang putih 5% dari jumlah impor PT Alvin 7.500 ton,” katanya.

Dikatakan Umar, 5% dari 7.500 ton, dirinya akan menanam bawang putih dilahan seluas 62 hektare. Kata dia, 40 hektarenya sudah dilakukan di Jawa. “Di sini kita akan tanam 4 hektare dulu yang dibuat demplot, jika hasilnya bagus tentu kita akan naikan menjadi 10 hektare,” ujarnya.

Menurut Umar, cara penanaman bawang putih tidak jauh berbeda dengan bawang merah, hanya saja kata Umar, bawang putih agak sedikit lama. “Saya punya pengalaman di bawang merah, nanti akan dipanen empat bulan ke depan, dan diperkirakan satu hektar mencapai 6 ton bahkan jika perawatannya bagus bisa lebih,” sambung umar.

Kepala Dinas Pertanian Budi S Januardi mengatakan, sesuai Memorandum Of Understanding (MOU), hasil panen akan dibagi 80 % untuk petani dan 20% untuk perusahaan. “Penjualan milik petani diserahkan ke petani atau bisa jual sendiri. Tetapi jika mendapat kesulitan dalam pemasaran, pihak PT akan menampung hasil panen keseluruhan,” ungkap Budi. (muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp