DaerahEkonomi & BisnisPandeglang
Trending

DPMPTSP Pandeglang Setop Perpanjangan Izin Waralaba

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang belum bisa mengeluarkan perpanjangan izin terhadap waralaba di Pandeglang. Penyebabnya terkendala Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyelenggaraan Waralaba, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern, yang masih dalam tahap untuk revisi dengan menyesuaikan kepada peraturan terbaru.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang Ida Novaida mengatakan, hingga saat ini masih melakukan pendataan waralaba berbentuk minimarket atau toko modern. “Hingga saat ini kami masih melakukan pendataan atau identifikasi terhadap waralaba yang izinnya sudah habis, kemudian lebih dari empat waralaba per kecamatan di luar ibu kota dan KEK Tanjunglesung serta lainnya yang bertentangan dengan perda,” ujarnya.

Menyikapi aspirasi dari mahasiswa agar pemkab menertibkan waralaba yang melanggar perda, Ida menyebut pihaknya tidak berdiam diri dan terus melakukan kerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

“Ke depan waralaba yang bertentangan dengan perda bisa direlokasi ke kecamatan yang masih memungkinkan. Semisal Kecamatan Koroncong, Banjar, Mekarjaya, Pulosari, dan kecamatan lain yang jumlah waralabanya masih di bawah empat unit,” katanya.

“Dari hasil pendataan oleh tim ke lapangan, rata-rata satu waralaba itu mempekerjakan lima orang dan sebagian besar merupakan warga lokal. Hal itu juga perlu dilihat dari sisi lain, karena jika waralaba itu ditutup maka dikhawatirkan para pekerja itu akan kehilangan pekerjaan. Maka salah satu opsinya ke depan bisa melakukan relokasi,” tandasnya.

Kepala Seksi Pelayanan Perizinan DPMPPTSP Pandeglang Adi Wahyudi mengatakan, sudah mengingatkan pihak perusahaan waralaba yang melanggar perda untuk tidak kembali mengajukan izin sebelum mereka pindah lokasi tempat usaha yang diperbolehkan.

“Kita sudah menyampaikan kepada waralaba untuk melakukan relokasi. Makanya, sampai saat ini belum ada waralaba yang izinnya diperpanjang. Waralaba yang ada masih memiliki izin lama, karena kita belum pernah mengeluarkan izin lebih dari empat waralaba sesuai perda,” kata Adi. (yanadi/muhaemin)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp