DaerahPandeglang
Trending

Gara-gara Kesadaran Wajib Pajak Rendah, PAD Pandeglang Tahun 2020 Tak Capai Target

PANDEGLANG, BANTEN RAYA- Target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang tahun anggaran 2020 meleset. Dari target Rp218 miliar, hanya 66,72 persen atau sekitar Rp189 miliar yang mampu terealisasikan. 

Tidak tercapainya PAD ini disampaikan Bupati Pandeglang Irna Narulita dalam paripurna penyampaian pengantar nota laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Pandeglang tahun anggaran 2020 di DPRD Pandeglang, Rabu (10/3/2021).

Dalam pengantar nota LKPJ disebutkan, PAD pajak daerah ditarget Rp36 miliar lebih dan tercapai Rp37 miliar lebih atau 102,18 persen, pendapatan retribusi daerah ditarget Rp23 miliar tercapai Rp14 miliar lebih atau 59,86 persen. Pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ditarget Rp13 miliar lebih dan tercapai 100 persen, serta lain-ain PAD yang sah ditarget Rp144 miliar tercapai Rp124 miliar lebih atau 85 persen.

Mantan anggita DPR RI itu menyampaikan, permasalahan dalam bidang pendapatan antara lain masih rendahnya kesadaran wajib pajak untuk penyetoran pajak tepat waktu. Belum optimalnya koordinasi antar instansi dalam pengelolaan pendapatan, kurangnya pengelolaan potensi pendapatan, belum optimalnya pembenahan sistem dalam pengelolaan pendapatan. Kemudian juga masih rendahnya transparansi wajib pajak dalam menyampaikan data omzet pendapatan yang dipihakketigakan. 

“SKPD penghasil harus lebih optimal dalam mendapatkan pendapatan. Pemanfaatan aparatur yang tersedia melalui peningkatan kativitas dan kualitas serta secara bertahap menerapkan reward (hadiah-red) dan punishment (sanksi-red),” kata Irna.

Irna juga menyatakan perlunya ada evaluasi terhadap perda (peraturan daerah) yang sudah tidak sesuai dengan semangat otonomi daerah dan situasi serta kondisi sosial. 

“Ini penting dalam upaya mendatangkan investor yang mampu meng-create kegiatan bersifat cost recovery atau built on transfer (BOT),” tandasnya.

Masih kata Irna, pandemi Covid-19 yan terjadi setahun terakhir ini sangat berdampak pada sektor pendapatan. Untuk itu Irna berharap banyak program vaksinasi di Pandeglang segera tuntas sehingga ekonomi masyarakat kembali normal. 

“Pandemi berdampak serius pada keuangan daerah termasuk sektor pendapatan. Kami optimis jika situasinya sudah kembali normal optimalisasi pendapatan bisa sesuai target.”

Selanjutnya, istri mantan Bupati Pandeglang Achmad Dimyati Natakusumah itu menyampaikan pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp2,444 triliun lebih atau 98,01 persen dari target yang ditetapkan Rp2.493 Triliun. Pendapatan transfer terealisasi Rp2.059 triliun dari anggaran yang ditetapkan Rp2.088 triliun. (muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp