DaerahEkonomi & BisnisPandeglang
Trending

Izin Operasional 150 Waralaba di Pandeglang Habis

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Sebanyak 150 waralaba dengan nama dagang Indomaret dan Alfamart di Pandeglang diketahui izinnya habis pada Mei 2021 ini. Pengusaha ritel tidak akan mudah mengajukan perpanjangan izin menyusul adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2017 tentang waralaba dan pasar modern.

“Dari data yang kami kumpulkan, tercatat ada sekitar 150 waralaba yang sudah tutup sementara dan ada juga yang tutup permanen karena izinnya habis. Sementara izinnya tidak bisa diperpanjang karena harus sesuai perda. Waralaba ini tersebar di Kecamatan Pandeglang, Majasari, Kaduhejo dan beberapa kecamatan di Pandeglang,” kata Adi Wahyudi Kepala Seksi Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Pandeglang, Jumat (28/5/2021).

Adi menyebutkan, para pengusaha itu sudah ada yang mengajukan permohonan perpanjangan izin. Namun sementara tidak diterima lantaran lokasi waralaba telah melebihi 4 unit dan tercantum dalam perda. Jika izinnya ingin diperpanjang, pihak waralaba harus melakukan relokasi ke lokasi yang tidak berbeturan dengan Perda. “Kalau tidak bisa ikut aturan ya harus tutup,” ujarnya.

Menurut Adi, hingga saat ini masih ada kecamatan yang jumlah waralabanya kurang dari 4 unit seperti di Kecamatan Koroncong, Cisata, Banjar, Mekarjaya, Angsana, Cigeulis dan Sobang.

“Perusahaan waralaba bisa melakukan relokasi ke kecamatan itu, karena totalnya belum ada 4 unit atau hanya baru ada satu sampai dua unit saja,” terangnya.

BACA JUGA: DPMPTSP Pandeglang Setop Perpanjangan Izin Waralaba

Masih kata Adi, saat ini Perda tentang waralaba sedang dilakukan kajian oleh DPRD Pandeglang dan direvisi. Ia berharap Perda hasil revisi bisa memberikan keleluasaan bagi para pengusaha waralaba di Pandeglang. “Kami masih menunggu hasil revisi seperti apa,” jelasnya.

Kasi Promosi dan Pengendalian Bidang Penanaman Modal DPMPPTSP Pandeglang Tedi Fauzi Rahmat mengatakan, dinasnya sudah mengingatkan pihak perusahaan waralaba yang izinnya sudah habis untuk relokasi. “Sudah kita ingatkan agar sebelum izinnya diperpanjang bisa pindah tempat dulu. Kita tidak ingin perusahaan waralaba melanggar perda,” tuturnya. (yanadi/muhaemin)

Related Articles

Back to top button