Pandeglang
Trending

Kenaikan Penduduk Miskin Pandeglang Terendah se-Banten, Bappeda: Bansosnya Berhasil

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih tidak menyurutkan upaya Pemkab Pandeglang memerangi kemiskinan. Hasilnya pun menggembirakan karena kenaikan angka kemiskinan di Pandeglang pada 2020 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) paling rendah se-Banten yakni hanya 0,50 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang Utuy Setiadi membenarkan BPS sudah memberikan laporan data kemiskinan di Pandeglang. “Data BPS tahun 2020 memang sudah disampaikan ke Pemda Pandeglang. Berdasarkan data BPS memang Pandeglang terendah selama pandemi Covid-19 (kenaikan angka kemiskinannya). Kami kira ini sangat menggembirakan dan bukti nyata program pengentasan kemiskinan terutama yang berkaitan dengan bansos (bantuan sosial) berhasil,” kata Utuy.

Kepala Dinas Sosial Pandeglang Hj Nuriah menyatakan, selama pandemi Covid-19 memang banyak bantuan sosial dan stimulus ekonomi lainnya yang disebar ke masyarakat. Bansos tersebut antara lain PKH (program keluarga harapan), bansos pangan atau BPNT, UMKM, dan lainnya. “Bansos dan stimulus ekonomi selama pandemi sangat banyak. Kami bersyukur program ini mampu menekan kenaikan angka kemiskinan di Pandeglang. Namun kerja keras seluruh pihak di Pemda Pandeglang juga saya kira berkontribusi menekan angka kenaikan kemiskinan,” kata Nuriah.

Keberhasilan menekan kenaikan angka kemiskinan menurut Nuriah harus terus dioptimalkan. Ia mencontohkan dalam progam PKH selama ini sudah ada 5.301 warga miskin yang graduasi atau tidak lagi miskin karena bantuan PKH. “Mereka yang sudah graduasi harus terus dibina jangan sampai kembali miskin lagi. Pembinaan antara lain berupa pemberian modal usaha dan perlindungan sosial lainnya,” jelasnya.

Data BPS yang diterima Banten Raya menyebutkan, secara keseluruhan tingkat kemiskinan di Banten mengalami kenaikan pada 2020. Namun dari empat kabupaten dan empat kota Kabupaten Pandeglang memiliki kenaikan paling kecil ebesar 0,50 persen. Adapun daerah yang prosentasi kenaikan penduduk miskinnya paling tinggi adalah Kabupaten Tangerang 1,09 persen, Lebak 0,94 persen, Kabupaten Serang 0,86 persen, Kota Tangerang 0,79 persen, Kota Serang 0,78 persen, Kota Cilegon 0,66 persen, dan Kota Tangsel 0,61 persen. (muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp