Pandeglang
Trending

Ki Asror Motivasi Pengikut Hakekok agar Taubat Nasuha

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Pimpinan Pondok Pesantren Al-Khoziny Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang, KH Khozinul Asror menyambangi eks pengikut Hakekok Balakasuta di panti asuhan milik Pemkab Pandeglang, Jumat (19/3) malam.

Ki Asor, begitu KH Khozinul Asror sering disapa, datang untuk berbagai cerita sekaligus menyelami apa sebenarnya yang melatarbelakangi warga meyakini keyakinan selain Islam yang dianut oleh hampir 100 persen masyarakat Pandeglang.

Dihadapan eks pengkut aliran ini, Ki Asror mengatakan, bahwa manusia adalah merugi kecuali pertama orang yang beriman kepada Allah baik ikrar secara lisan, meyakini dalam hati dan mengamalkan dengan perbuatan. “Namun tidak cukup dikatakan Iman kalau hanya dengan hati, atau lisan saja apalagi tidak diamalkan,” kata Ki Asror.

Kedua kata Ki Asor adalah amal sholeh atau perbuatan yang baik. “Bukan hanya baik menurut kita saja tapi juga harus baik menurt Agama, Bangsa dan Negara yakni Negara Kesatuan Ripublik Indonesia (NKRI). Contohnya seperti Sholat yang benar. Itu bukan baik menurut kita saja tapi menurut Syari’at juga harus baik. Ada syarat dan rukun yang harus dipenuhi arena kalau todak maka tidak sah Shalat kita,” bebernya.

Ketiga menurut Ki Asror adalah saling memberikan pesan mana yang Hak atau kebenaran. “Kalau ada teman kita yangg khilaf maka tugas kita saling mengingatkan kepada yang hak. Bukan tugas Polisi, Kyai saja yang mengingatkan tapi tugas kita semua,” jelasnya.

Soal penangkapan pengikut aliran ini, kepada eks pengikut Hakekok Ki Asror menyampaikan bahwa Polisi hanya menjalankan tugas. “Pak Polisi tidak punya niatan menangkap saudara tapi tugas polisi adalah melayani, mengayomi dan melindungi kita semua,” tegasnya.

Kepada eks pengikut kepercayaan ini, Ki Asror juga memberikan semangat dan motivasi. “Bapak dan ibu semua sedang diuji bahkan kitapun khususnya masyarakat Pandeglang, Banten, bahkan Indonesia dan ya ulama nya, Umaro nya sedang diuji dengan kejadian ini. Apakah kita mampu bersabar dan menerima hikmah yang akan Allah berikan kepada kita karena dengan kejadian ini ulama umaro bisa bersatu membina masyarakat kembali kepada jalan yg diridloi Allah. Kita semua harus taubatan nashuha, harus ada penyesalan dan tidak akan mengulangi lagi,” pungkasnya. (cakimin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp