Pandeglang
Trending

Kisah Muhamah, Warga Miskin PKH yang Kini Mampu Produksi Telur Asin 1.000 Butir Per Hari

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Program Keluarga Harapan yang digulirkan pemerintah pusat di Kabupaten Pandeglang tidak saja memutus mata rantai kemiskinan. Namun berkat program ini salah seorang KPM (keluarga penerima manfaat) PKH di Desa Citumenggung, Kecamatan Bojong yakni Muhamah berhasil menciptakan usaha pembuatan telur asin yang beromzet jutaan rupiah per bulannya.

Sukses Muhamah ini tidak lepas dari kejelian salah seorang pendamping PKH di Kecamatan Bojong, Sofyan dalam memotivasi warga penerima program menciptakan kreativitas usaha.

“Setahu lalu saya pernah ikut Diklat FDS/P2K2 (Family Development Session atau Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) di Kementerian Sosial. Di dalamnya ada sesi tentang modul ekonomi tepatnya tentang pengelolaan keuangan dan wirausaha bagi KPM PKH. Alhamdulillah tahun ini sudah ada penerima PKH binaan kami yang sudah berhasil menciptakan usaha baru,” kata Sopyan, kemarin.

Dia meyakini bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang tiada lain warga miskin juga dapat berdaya, berdikari dan mandiri secara ekonomi jika dibimbing dan diberikan motivasi terus menerus.

“Saya yakin kalau kita tekun membimbing KPM pasti mereka bisa berubah dan merubah status ekonominya. Ketika saya praktekan hasil Diklat ke KPM PKH potensial seperti, lambat laun Alhamdulillah usah warga terbantu dan salah saunya Bu Muhamah yang kini usahanya maju,” sambung Sopyan.

Sememtara itu, Muhamah, KPM PKH yang sukses dalam usaha pembuatan telur asin menjelaskan, sejak mendapatkan bantuan PKH di tahun 2016, dirinya tidak menggunakan seluruh uang bantuan untuk keperluan konsumtif. Tapi ia menyisihkan modal untuk mengembangkan usaha telur asin.

Awal merintis usaha dua tahun silam, Muhamah hanya mampu memproduksi 50 sampai 100 telur asin per hari. Namun saat ini, telur asin buatan Muhamah mencapai 1.000 butir per hari.

“Alhamdulillah, berkat bantuan PKH usaha saya jadi lebih berkembang. Awalnya coba-coba ternyata banyak yang minat telur asin. Saya sangat terbantu karena sering didukung dan dikasih motivasi sama pak pendamping pak Sopyan”, ungkap Muhamah.

Muhamah menyampaikan, telur asin yang dibuatnya dipasarkan ke Pasar Bojong dan sejumlah pasar tradisional lainnya. “Setiap hari pasar Selasa dan Jumat, saya bisa jual 700 butir telur asin per harinya, dengan harga Rp 3000 per butir. Kalau bukan hari pasar telur terjual minimal 400 sampai 500 butir per harinya. Ada juga yang langsung beli ke rumah,” kata Muamah. (muhaemin/hendra)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp