DaerahPandeglang
Trending

Memprediksi Calon Sekda Pandeglang Pengganti Pery Hasanudin, Ini Kata Akademisi STIA Banten

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang tidak lama lagi akan berganti menyusul akan pensiunnya Pery Hasanudin. Jika dihitung dari usia, Pery lahir 28 Agustus 1961 atau pada tahun 2021 ini Pery sudah genap berusia 60 tahun. 

Kendati demikian, Pemkab Pandeglang belum memberikan tanda-tanda akan melakukan seleksi terbuka terhadap calon Sekda meski akhir masa jabatan (AMJ) Sekda Pery Hasanudin diprakirakan habis pada September 2021 mendatang.

Akan berakhirnya jabatan Sekda ini menjadi perbicangan hangat di kalangan birokrasi Pemkab Pandeglang. Dengan kata lain ‘kursi panas’ Sekda diam-diam mulai dibidik sejumlah pejabat meski pendaftaran belum resmi dibuka.

Sebelumnya, bantenraya.com telah menghimpun dari berbagai informasi siapa saja calon kuat Sekda Kabupaten Pandeglang. Munculah beberapa mama yang digadang-gadang punya kans meneruskan estafet kepemimpinan Pery Hasanudin. 

Para pejabat itu adalah Ramadani (asisten daerah bidang pemerintahan), Kurnia Satriawan (asisten administrasi umum), Ali Fahmi Sumanta (Kepala BKD Pandeglang), Asep Rahmat (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Girgijantoro (Kepala Diskomsantik Pandeglang). Kemudian, Yahya Gunawan Kasin (Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah Pandeglang), Entus Bakti (Kepala Sat Pol PP Pandeglang), Dadan Saladin (Kepala Dispora Pandeglang), dan Nuriah (Kepala Dinas Sosial Pandeglang).

Faktanya, dari sejumlah pejabat eselon II yang punya kans menduduki jabatan Sekda, beberapa nama pejabat paling banyak diperbincangan dikalangan para pegawai. Sebut saja Ali Fahmi, Kurnia Satriawan, Asep Rahmat, Ramadani, dan Nuriah. Dua nama yang disebut pertama tercatat sudah mengikuti Diklat Pim 2, syarat menduduki jabatan Sekda.

Akademisi STIA Banten Dr Agus Lukman Hakim menyatakan, jabatan Sekda sangat sentral di organisasi pemerintahan. Agus berharap, sosok Sekda baru mampu meneruskan keberhasilan pejabat yang lama. 

“Biasanya pemimpin politik di sebuah daerah itu punya perencanaan politik dan teknokratis. Yang teknokratis ini dijembatani oleh Sekda. Sekda harus mampu menjembatani visi misi bupati, harus bisa mengarahkan agar tatanan pelaskanaannya baik. Sekda yang baik tentu sosok yang bisa meramu arahan kepala daerah sekaligus sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Doktor lulusan IPB ini.

Hal dasar yang perlu dimiliki Sekda, kata Agus adalah kemampuan untuk menyinergikan semua kelembagaan atau OPD. 

Saksikan Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Banten di Banten Raya Channel

“Hasil penelitan di beberapa daerah termasuk Pandeglang, kadang OPD bekerja sektoral. Misal soal isu kemiskinan itu hanya fokus di OPD tertentu saja. Padahal kemiskinan akan tuntas oleh semua OPD. Artinya Sekda harus bisa menjalin kerjasama dengan seluruh OPD. Apalagi kondisii Pandeglang yang anggarannya kecil, kemampuan holistik dan integratif itu penting dimiliki Sekda. Loyal kepada pemipinan itu pasti, tapi harus juga bisa menjabarkan kemauan pimpinan dan ekspektasi masyarakat,” beber Agus. 

Tidak kalah penting kata Agus adalah Sekda harus tahu arah atau visi misi Pandeglang itu kemana. “Sehingga kemudian kalau ada masukan dari atasan dan bawahan dia mampu melaksanakannya sesuai track dan kompetensinya. Berani bicara ya atau tidak dengan tepat untuk menjamin konsep sama-sama bekerja. RPJMD dan program kerja juga harus nyambung oleh Sekda.” (muhaemin)

Related Articles

Back to top button