DaerahPandeglang
Trending

Namanya Cikadueun, Desa Pertama yang Menetapkan Pendataan SDGs

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Desa Cikadueun, Kecamatan Cipeucang menjadi desa pertama di Kabupaten Pandeglang yang menetapkan pendataan berbasis SDGs (Suistanable Development Goals).

Pendamping Lokal Desa (PLD) Desa Cikadueun, Kecamatan Cipeucang, Zenal  Abidin mengatakan, SDGs desa merupakan pembumian SDGs (global) dengan menambahkan poin kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

SDGs sendiri menjadi konsep pembangunan berkelanjutan bangsa-bangsa yang menjadi anggota PBB, termasuk Indonesia, sampai 2030. SDGs ini menggantikan MDGs (Millenium Development Goals) yang telah berakhir pada 2015.

Kata Zenal, SDGs desa dapat dilihat pada dua aspek. Pertama, aspek kewargaan. Ini ada pada SDGs Desa nomor 1-6. yakni, Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan, Desa Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Desa Berkualitas, Keterlibatan Perempuan Desa, dan Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi. Kedua, aspek kewilayahan. Ini ada pada SDGs Desa nomor 7-18.

“Yakni Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan, Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, Infrastruktur dan Ekonomi Desa Sesuai Kebutuhan, Desa Tanpa Kesenjangan, Kawasan Pemukiman Desa Aman dan Nyaman, Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan. Desa Tanggap Perubahan Iklim, Desa Peduli Lingkungan Laut, Desa Peduli Lingkungan Darat, Desa Damai Berkeadilan, Kemitraan untuk Pembangunan dan Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif,” bebernya.

SDGs Desa kata Zenal menjadi rambu-rambu bagi desa agar bisa membangun desa sampai generasi mendatang, tanpa mengingkari hak asal usul (rekognisi) dan kewenangan skala lokal desa (subsidiaritas). Tidak harus delapan belas tujuan harus dicapai semua dalam satu waktu. Setiap desa mempunyai kondisi geografis dan sosial masyarakat yang berbeda. Desa bisa memilih prioritas SDGs Desa mana yang sesuai kondisi.

“Prioritas harus mengacu pada perencanaan desa, baik di rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) dan rencana kerja pemerintah (RKP) Desa,” katanya.

Menurut Tenaga Ahli P3MD Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Muhamad Ilyas, Desa Cikadueun adalah Desa yang paling awal di Kabupaten Pandeglang yang melakukan musyawarah desa khusus penetapan pemutakhiran data SDGs.

“Kami sangat mengapresiasi, artinya di Pandeglang pecah telor, bisa mewakili desa di Pandeglang yang mampu melakukan penetapan SDGs di Mei,” katanya.

Sementara dalam sambutannya Kepala Desa Cikadueun Abrori menyambut, baik program Pendataan SDGs ini dengan segera membentuk Tim Relawan Pemutakhiran Data. Katanya kegiatan sudah digarap satu bulan saat Ramadan rampung Mei dan ditetapkan  31 Mei 2021.

Kades yang baru menjabat belum genap 2 tahun ini, hasil dari SDGS akan sangat membantu dalam pemetaan program kegiatan desa.

“Program kegiatan yang ada di belanja desa baik bidang pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan dan benar-benar menyentuh akar persoalan di Desa Cikadueun. Sehingga ke depan Desa Cikadueun lebih maju dan sesuai dengan harapan Masyarakat,” jelasnya.

SDGs Desa Cikadueun, disampaikan oleh ketua Tim Pokja relawan Pemutakhiran Data, Menetapkan diantaranya Desa Cikadueun terdiri dari 10 RT, 5 RW, 798 KK dan 3.251 jiwa yang terdiri dari deskripsi lokasi, akses pendidikan, akses kesehatan, akses tenaga kesehatan, akses sarana prasarana, dan lain-lain secara byname by adress. (muhaemin) 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp