DaerahPandeglang
Trending

Pandeglang Selatan Rawan Tsunami, 7 Alat Pendeteksi Ditanam

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Masyarakat Pandeglang Selatan diimbau mewaspadai ancaman bencana tsunami. Bencana alam tsunami dipicu dari gempa bumi tektonik. Sebagai antisipasi dampak terburuk tsunami, Pemkab Pandeglang dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun memasang 7 alat deteksi.

“Pandeglang rawan terjadi tsunami dipicu akibat gempa dengan kecepatan waktu sekitar satu jam sampai ada tsunami,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Surya Darmawan, ditemui di kantornya, Selasa (26/1/2021). 

Surya mengimbau masyarakat Pandeglang Selatan untuk tetap waspada. 

“Terutama masyarakat yang tinggal di pesisir pantai untuk tetap waspada dan tenang, tapi nanti kita informasikan kalau gempa yang terjadi tidak menimbulkan tsunami. Jika terjadi gempa besar tidak perlu lagi mengecek ke laut tapi langsung menyelamatkan diri. Karena rata-rata masyarakat melihat pantai surut atau tidak. Itu tidak boleh. Kita harus menyelamatkan diri, jangan ke pantai,” pesannya.

Untuk mendeteksi terjadi bencana tsunami, kata Surya, Pemkab Pandeglang bekerja sama dengan BMKG sudah memasang alat pendeteksi tsunami di beberapa kawasan pantai. 

“Ada 7 pelampung atau buoy pendeteksi tsunami yang ditanam di kawasan laut, seperti di Kecamatan Labuan, Panimbang, Sumur, Carita dan Cigeulis,” terangnya. 

Tidak hanya itu, jika terjadi bencana tsunami, masyarakat akan diberikan informasi melalui sirine. 

“Kalau alat tsunami mendeteksi gelombang laut dengan ketinggian 3 meter, nanti akan mengirimkan sinyal bahaya kepada pusat informasi yang berada di Jakarta. Pada saat nanti sudah diterima dan akan ada bencana tsunami atau tidaknya akan dikabari ke provinsi (Pemprov Banten-red) dan Pandeglang untuk dinyalakan sirine untuk dihidupkan oleh provinsi,” tuturnya. (yanadi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp