DaerahPandeglang
Trending

Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai, Warga Desa Curugbarang Diduga Terima Telur Busuk

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Curugbarang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang diduga menerima telur busuk dari penyaluran program bantuan pangan non tunai (BPNT), Kamis (18/2/2021). Bahkan, terdapat belatung dalam boks telur tersebut.

“Belatungnya bukan satu atau dua, tapi lumayan banyak,” keluh Juena salah satu KPM BPNT Desa Curugbarang saat memperlihatkan telur yang dimaksud di lokasi pembuangan sampah. 

Senada dikatakan Salkah KPM BPNT Curugbarang lainnya. Kata dia, telur tersebut tidak diambil karena dipenuhi belatung. 

“Telur yang itu mah dibuang sama agen, enggak saya ambil,” ujarnya. 

Salah seorang agen e-warung yang enggan disebutkan namanya membenarkan, ada beberapa telur yang diduga dipenuhi belatung. 

“Dari semenjak telur datang sudah tercium bau. Memang saya enggak memeriksa. Pas pagi-pagi dibongkar karena ibu-ibu (KPM-red) pada memilih sendiri dan ketahuannya di situ. Kata ibu-ibu, telur ini mah ada belatungnya, bau sama busuk. Ya sudah telur yang itu mah dibuang saja, dipilih yang bagusnya saja dan diganti dengan yang baru,” ujarnya. 

Dia berharap, pihak penyuplai dapat memperlihatkan kualitas dan kuantitas sembako BPNT yang baik. “Harapan saya ngasih kualitas itu yang bagus, jangan yang jelek. Jangan malu-maluin saya sebagai agen dan jangan mengecewakan KPM. KPM atau keluarga miskin enggak boleh dikasih yang jelek, karena itu hak mereka. Sudah mah mereka miskin, masak dikasih telur yang jelek,” tuturnya. 

Menanggapi hal itu, penyuplai BPNT Desa Curugbarang dari CV Kenzi One Indonesia Doni mengakukan, sudah mengganti telur tersebut dengan telur yang baik. 

“Agen sudah konfirmasi ke saya minta diganti telurnya dan kata saya tidak boleh dibagikan ke KPM. Barang yang kurang layak kita ganti yang baru. Agen konfirmasi ke kita hanya beberapa kilogram saja yang mesti diretur. Jadi ada yang pecah dari pengiriman distributornya. Telur jangan kan pecah, retak saja kalau didiamkan 1-2 hari timbul bau busuk,” katanya, dihubungi wartawan melalui telepon seluler. (yanadi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp