Pandeglang
Trending

Puluhan Kerbau di Pandeglang Ini Dimasukkan Asuransi Jiwa

PANDEGLANG, BANTEN RAYA- Puluhan kerbau di Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, tercatat sudah masuk program AUTKS (asuransi usaha ternak kerbau dan sapi). Program AUTKS ini akan terus disosialisasikan karena bisa membantu mengurangi kerugian pemilik ternak saat kerbaunya mati karena penyakit maupun hilang dicuri.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Koroncong Jasra mengatakan, AUTKS belum terlalu familar seperti asuransi lainnya. Hal ini terlihat dari jumlah kerbau yang diasuransikan jumlahnya masih dibawah 50 ekor. Padahal di Kecamatan Koroncong ada banyak pemilik kerbau.

“Pemerintah sebenarnya berupaya melindungi petani dan peternak dengan menggulirkan asuransi. Namun AUTKS belum terlalu dikenal sehingga peminatnya masih minim. Tapi kami bersyukur sudah ada 50 kerbau dan beberapa sapi yang masuk asuransi,” kata Jasra, Rabu (24/2/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Aco ini, AUTKS sangat mudah karena proses pendaftarannya bisa dilakukan secara online atau dibantu penyuluh. Premi asuransi pun kata Aco terbilang murah yakni Rp40 ribu per tahun. “Dengan premi ini pemilik hewan ternak bisa dapat jaminan atau konpensasi jika kerbaunya mati karena penyakit atau hilang karena dicuri,” jelasnya.

Namun, kata Aco, hanya kerbau betina yang bisa diasuransikan dengan catatan harus berusia setahun ke atas. “Jantan gak masuk asuransi karena dinilai tidak produktif,” jelas Aco.

Adapun kompensasi yang bisa didapat pemilik ternak sebesar Rp7 juta untuk kerbau yang sakit, namun dagingnya masih bisa dimanfaatkan untuk konsumsi. Kerbau yang mati tanpa bisa dimanfaatkan dapat pergantian Rp10 juta dan kalau hilang dicuri dapat Rp7 juta.

“Kalau kerbau dicuri tentu harus ada surat keterangan kehilangan dari polisi. Kami mengajak kepada peternak atau pemilik kerbau untuk memanfaatkan program ini karena sangat bermanfaat,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Pandeglang Nasir M Daud membenarkan adanya asuransi ternak. “Saat ini baru kerbau dan sapi. Kedepannya akan ada juga asuransi kambing dan hewan ternak lainya,” kata Nasir.

Nasir juga mengajak para pemilik ternak memanfaatkan asuransi ini untuk menjamin usahanya terlindungi. “Pemerintah berupaya melindungi agar usaha ternak masyarakat tetap berlangsung. Bayangkan kalau sudah tidak ada warga yang punya kerbau, daging bisa langka.” (muhaemin/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp