DaerahPandeglang
Trending

Puluhan Tempat Sampah di Wilayah Perkotaan Pandeglang Hilang Misterius

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Puluhan tempat sampah organik dan non organik di sejumlah titik di wilayah perkotaan di Kabupaten Pandeglang, secara berangsur mulai hilang. Belum diketahui pasti penyebab hilangnya tempat sampah yang disediakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang tiga tahun silam tersebut.

Berdasarkan pantauan, dengan hilangnya tempat sampah berwarna hijau dan kuning itu justru menimbulkan banyaknya tumpukan sampah di sejumlah titik di trotoar jalan. Tumpukan sampah terjadi di wilayah Maja atau dekat toko jamu, di kawasan Cikupa, Gardutanjak, Jalan Bank Banten hingga ke arah Jalan Raya Pandeglang-Serang, tepatnya di Kampung Kadumerak.

“Saya perhatikan sekitar satu atau dua tahun terakhir ini tempat sampah mulai hilang, mulai dari Ciekek, terus di perkantoran Cikupa dan Gardutanjak yang tadinya berjejer tempat sampah, tapi kini hilang entah ke mana,” kata Ari, warga Kecamatan Majasari, Kamis (15/4/2021).

Dengan raibnya tempat sampah, ia mengaku, kewalahan ketika hendak membuang sampah. Padahal tempat sampah merupakan fasilitas publik yang wajib tersedia dan dijaga keberadaannya oleh semua pihak.

Namun sayang, ketika animo masyarakat untuk taat membuang sampah pada tempatnya, tetapi fasilitasnya justru hilang. 

“Saya rutin membuang sampah rumah tangga yang sebelumnya sudah dipilah, yakni hanya membuang sampah non organik. Karena untuk sampah organik itu saya jadikan pupuk atau pakan ayam. Selain itu sampah non organik yang memiliki nilai ekonomi seperti botol plastik dan kardus itu tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk kemudian dijual ke pengepul yang biasa keliling kampung,” terangnya.

Dirinya berharap, Pemkab Pandeglang mau kembali menyediakan tempat sampah di sepanjang jalan protokol serta lokasi lainnya yang memungkinkan. Sebab, dengan adanya tempat sampah sangat membantu masyarakat saat akan membuang sampah. 

“Jangan sampai semangat masyarakat untuk tertib buang sampah, tetapi tidak ditunjang dengan fasilitas dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah jangan hanya rajin membuat spanduk larangan buang sampah sembarangan, tetapi di sisi lain fasilitas untuk membuang sampah justru tidak memadai,” pungkas Ari.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DLH Kabupaten Pandeglang TB Entus Maksudi mengakui, jika tempat sampah di wilayah kota sudah banyak yang hilang. Namun, ia tidak mengetahui persis penyebab hilangnya tempat sampah tersebut.

“Tahun 2020 dan 2021 ini karena dampak Covid-19, kita belum bisa menganggarkan pengadaan tempat sampah. Tahun ini kita akan usulkan dan mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” kata Entus.

Menyoal banyaknya sampah yang berserakan di trotoar, Entus mengaku, pihaknya sudah sering menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Meski begitu ia juga tidak sepenuhnya menyalahkan masyarakat yang membuang sampah di trotoar, karena memang tempat sampah yang tidak tersedia. 

“Akhirnya dari pada masyarakat buang sampah ke sungai atau tempat lain, sementara ini meski berceceran di trotoar tetap kami bersihkan. Walau memang awalnya tempat sampah itu diprioritaskan bagi pejalan kaki, bukan masyarakat yang membuang sampah rumah tangga,” tukas Entus. (muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp