DaerahPandeglangPolitik
Trending

MK Umumkan Putusan Sela Sengketa Pilkada Pandeglang Hari ini, KPU dan Thoat Sama-sama Optimistis

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan menggelar sidang putusan sela Perselisihan Hasil Perhitungan (PHP) Pilkada Pandeglang 2020 hari ini, Senin (15/2/2021) pukul 09.00 WIB. Kedua kubu yang berselisih yakni paslon nomor urut 2 Thoni Fathoni Mukson-Miftahul Tamamy (Thoat) dan KPU Pandeglang sama-sama optimistis menang.

Ketua KPU Pandeglang Ahmad Sujai mengatakan, sudah mendapatkan pemberitahuan dari panitera MK terkait akan dilaksanakannya sidang pengucapan putusan atau ketetapan. 

“Sidang di MK berjalan lancar dan hari ini pembacaan putusan. Kami berharap dan berdoa keputusan MK sesuai dengan harapan kami sebagai penyelenggara. Apapun keputusan MK harus dihormati dan dilaksanakan,” kata Ahmad Sujai.

Komisioner KPU Pandeglang lainnya Samsuri juga mengungkapkan, optimistismenya dengan akan dikeluarkannya keputusan MK. 

“Mudah-mudahan putusannya MK menolak permohonan pemohon karena KPU telah melaksanakan proses pemungutan dan penghitungan suara sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Samsuri.

Sikap optimistis juga disampaikan kuasa hukum Thoat, Nandang Wirakusuma. “Sejak awal MK memberikan kesempatan kepada seluruh kontestan Pilkada mengajukan gugatan. MK juga menyatakan akan membelakangkan soal hasil dan lebih mengendepankan pembuktian-pembuktian yang dibawa pemohon. Makanya kami yakin gugatan Thoat akan dikabulkan,” kata Nandang.

Nandang juga menyatakan MK punya pertimbangan sendiri tentang pelanggaran-pelanggaran dalam Pilkada. “Apapaun hasilnya yang diputus MK, bagi kami itulah keputusan dan harus dihargai. Tetapi perjuangan kami yang sudah dilakukan harus dilihat sebagai upaya penegakkan demokrasi. Kami yakinkan putusan MK itu bukan karena bukti kami tidak kuat tapi karena hanya persoalan teknis saja. Kita lihat saja nanti,” jelas Nandang.

Sebelumnya, MK sudah dua kali menggelar sidang gugata PHP yang diajukan Thoat melawan KPU sebagai termohon. Dalam gugatannya, Thoat memohon agar MK membatalkan keputusan KPU Pandeglang nomor 1018 tentang hasil rekapitulasi suara. 

Pemohon juga meminta Pilkada ulang di 138 TPS yang ditengarai tidak netral karena ada keterlibatan ASN dalam pemenangan calon tertentu. Pihak termohon yaitu KPU juga sudah melakukan pembelaan dan menyerahkan bukti ke MK bahwa Pilkada Pandeglang 2020 dilaksanakan sesuai perundang-undangan yang berlaku. (muhaemin/hendra)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp