NasionalPandeglang
Trending

Sindir Jalan Rusak Usai Berkunjung ke Pandeglang, Menparekaf Sandiaga Uno: Infrastruktur itu Harus Berkeadilan Bro!

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meresmikan Kampung Agrinex di Kecamatan Cikeusik, Selasa (6/4). Kampung yang dibangun berbarengan dengan pondok pesantren penghapal Al-Quran itu diketahui diinisasi oleh Imam Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar.

Dalam sambutannya, Sandiaga mengatakan Kampung Agrinex bisa jadi trend baru pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Ia pun mendukung penuh kampung berbasis wisata pertanian itu supaya bisa menjadi pilihan destinasi baru di Banten.

“Saya mendukung 100 persen, kebetulan tugas kami untuk mendorong pariwisata era baru yang berbasis alam terbuka dan minat khusus. Saya yakin, Kampung Agrinex ini akan jadi berkah dari pandemi,” katanya, Selasa (6/4).

Sandiaga mengaku, kunjungannya kali ini sudah yang ketiga terhitung sebelum ia menjabat sebagai menteri. Dia pun hapal betul bagaimana perjuangan aktor yang menginisiasi kampung tersebut dengan dibarengi oleh pembangunan pondok pesantren.

“Disamping ada story-nya, ekonominya juga ada. Ditambah, ada edukasi juga karena di sini ada pondok pesantren. Masuk banget jadinya storinomic-nya,” jelas Sandiaga.

“Saat agrowisata di sini baru mulai, saya ingat betul ini baru nanam. Tapi sekarang sudah panen, bahkan dikirim ke rumah saya. Sekarang ini dengan kehadiran ponpes ini, mudah-mudahan bisa membawa pencerahan untuk membangkitkan kesejahteraan di Banten,” tandasnya.

Sandi juga meminta jalanan utama di Pandeglang segera dibangun. Pasalnya, banyak jalur yang merupakan akses vital ke beberapa destinasi wisata di wilayah selatan Provinsi Banten tersebut rusak sehingga menyebabkan perjalanan menjadi tersendat.

“Sebagian jalan di sini ada yang provinsi, sebagian lagi punya kabupaten tapi memang perlu segera dibangun dan diperbaiki. Karena ini penting untuk penunjang wisata di Pandeglang,” kata Sandiaga setibanya di Tanjung Lesung.

Sandiaga bercerita, saat menempuh perjalanan ke Cikeusik, ia harus melewati waktu yang cukup panjang. Padahal, kata dia, jika jalan penunjangnya sudah memadai, perjalanan tersebut tidak perlu memakan waktu yang lumayan melelahkan.

“Infrastruktur itu harus berkeadilan bro, bukan hanya untuk menegah ke atas, tapi juga untuk masyarakat bawah. Sekarang kalau jalan penunjang ini kan bisa mengkoneksi ke beberapa destinasi wisata seperti Baduy, Anyer bahkan ke Cikeusik. Jadi perlu jalur penunjangnya, karena desa wisatanya juga harus hidup,” ungkapnya.

Disamping jalan penunjang, Sandiaga memastikan pemerintah pusat sedang menggarap Tol Serang-Panimbang. Namun kata dia, akses tol terbatas lantaran hanya bisa mengkoneksinakan perjalanan dari Serang ke Panimbang.

“Kita pastikan 2022 tol sudah diprogramkan. Tapi yang penting selain tol adalah jalan penunjang yang lain, jadi bukan hanya poin to poin, tapi juga harus kita lakukan pendekatan secara holistik,” katanya.

Prof Dr KH Nassaruddin Umar mengatakan, pesantren yang diinisiasinya berdiri di lahan seluas 27 hektare. Ia berharap ponpes bisan mencetak generasi Tahfidz Al-Qur’an sehingga bisa membentuk generasi Qurani. “Di ponpes ini akan kita fokuskan untuk Tahfidz juga pendalaman makna dari Al Quran,” jelasnya.

Ia juga berharap dengan semakin mendalami Al Quran akan mendorong ke pribadian seseorang menjadi lebih arif dan bijaksana. “Orang arif itu tidak akan mencari kambing hitam, namun akan mencari solusi dengan tidak menepuk dada,” imbuhnya

Ikut mendampingi Sandiaga adalah Ketua DPRD Pandeglang, Kapolres AKBP Hamam Wahyudi, Kepala Disparda dr Asmani Reneyanti, dan Asda III Kurnia Satriawan. (muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp