DaerahPandeglang
Trending

Terancam Tak Bisa Dapat Bansos, 77.196 NIK Calon Penerima di Pandeglang Invalid

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – 77.196 nomor induk kependudukan (NIK) calon penerima bantuan sosial (bansos) yang tidak cocok dengan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pandeglang. Akibatnya, mereka terancam tak bisa menerima bantuan tersebut.

Kepala Dinsos Pandeglang Nuriah mengatakan, saat awal verifikasi, ada 521.721 DTKS yang harus diperbaiki dengan cara melakukan sinkronisasi dengan data di Disdukcapil. Dari jumlah ini kata Nuriah ada 286.500 data yang sinkron dan 77.196 NIK invalid atau tidak sinkron. Hasil verifikasi juga menunjukkan ada 1.642 warga calon penerima bansos yang sudah meninggal, 55.192 diusulkan dihapus, dan 5.930 yang belum punya KTP elektronik.

BACA JUGA: Jokowi Instruksikan Percepat Penyaluran Bansos pada Pekan Ini

“Proses perbaikan DTSK dilakukan hampir tidak kenal waktu karena kami ingin memastikan warga menerima bansos. Kami bersyukur perbaikan sudah mencapai 81,74 persen dan tertinggi se-Banten. Namun kami juga prihatin karena masih banyak data yang tidak sinkron dengan Disdukcapil ditambah masih banyak warga yang belum punya KTP,” jelas Nuriah, Minggu (18/7/2021).

Dikatakan Nuriah, NIK yang tidak padan dengan Disdukcapil akan menyebabkan bansos tidak akan tersalur. Begitu juga dengan yang tidak punya KTP, sampai kapan pun tidak akan merasakan bansos.

“Masyarakat miskin akan kecewa karena awalnya dapat bantuan tapi sekarang malah tidak kerena datanya tidak padan. Perbaikan data tetap akan kami lakukan karena kalau tidak sampai kapanpun bansos tidak akan tepat sasaran,” tegasnya.

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

Agar persoalan ini segera ada titik terang, Nuriah menyatakan pihaknya sudah mengirim data BNBA (by name by address) NIK yang tidak padan ke Disdukcapil.

“Kalau sudah padan akan dilanjut input oleh operator. Pemkab Pandeglang bangga dengan kinerja operator desa, Pendamping PKH, TKSK, pendamping bansos pangan, PSM fasilitator, operator kabupaten serta camat yang memfasilitasi perbaikan DTKS,” tuturnya. (muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp