DaerahKesehatanPandeglang
Trending

Terpapar Virus Korona Gara-gara Cium Minyak Wangi Teman yang Positif

Cerita Penyiar Radio Berkah FM Sembuh dari Covid-19

Belum lama ini manajemen radio milik Pemkab Pandeglang yakni Berkah FM heboh. Gara-garanya, salah satu penyiar utamanya Feny Oktaviani positif Covid-19. Beberapa hari, Radio Berkah pun ditutup dan disemprot disinfektan untuk memastikan tidak ada virus yang tinggal di ruang siaran.

MUHAEMIN – Pandeglang

Di mata rekan seprofesinya, perempuan yang memiliki nama udara Ica ini paling bawel soal penerapan protokol kesehatan. Ica tak segan menegur rekannya jika tidak mencuci tangan saat akan masuk studio. Tidak heran adanya informasi yang menyebut Ica kena Covid-19 membuat rekan-rekannya mengelus dada. 

“Kok bisa ya (kena Covid-19). Teh Ica kan rajin pakai masker dan selalu jaga jarak saat di kantor atau studio. Makanya setelah dengar informasi Teh Ica kena saya jadi was-was,” komentar Aldi, rekan kerja Ica.

Saat diwawancara di sebuah program talk show, Ica yang juga staf Bagian Humas Setda Pandeglang ini bercerita bahwa semenjak pandemi Covid-19 terjadi, termasuk di Pandeglang, ia sangat disiplin dengan protokol kesehatan (prokes). “Kemana-mana saya tidak pernah lepas masker. Acara keluar daerah atau kerumunan juga saya hindari. Pokoknya ketat banget, sesuai anjuran pemerintah,” jelas Ica.

Namun di awal September 2020, Ica merasakan ada yang tidak beres dengan badannya. “Waktu itu saya ngerasa mau flu karena agak demam dan pening. Saya pikir flu biasa saja. Tapi waktu itu perut terasa sakit sekali dan besoknya tiba-tiba hidung tersumbat dan tenggorokan sakit. Saya masih yakin flu biasa saja. Namun pada hari ketiga kepala terasa berat dan penciuman hilang. Waktu saya mandi tidak mencium wangi sabun. Dari sana saya mulai curiga ini tanda-tanda Covid-19 karena sebelumnya saya banyak dapat info gejala penyakit ini hilang penciuman,” jelas Ica.

Dengan perasaan tidak karuan karena flu berat, Ica pun memaksakan diri berobat ke sebuah klinik. “Saya juga cerita ke dokter tentang sakit saya. Dokter bilang agar jaga jarak dengan keluarga. Saya terus browsing internet mencari info soal Covid-19,” tegasnya.

Hari Senin di pekan kedua November 2020, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melakukan swab massal di Gedung Setda Pandeglang. Ica pun mengikuti swab untuk memastikan penyakitnya. “Empat hari setelah swab baru ada info saya positif. Saat mendapatkan informasi positif saya galau dan nangis. Yang saya takutkan terjadi juga. Tapu saya tetap berusaha sabar karena ini mungkin teguran dari Allah agar saya lebih menghargai arti penting hidup dengan protokol kesehatan. Selama ini saya sih pede sudah menerapkan protokol kesehatan. Tapi kena juga,” jelas Ica.

Setelah dinyatakan positif, Ica pun melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. “Selama isolasi saya ditangani petugas medis dari Puskesmas Majasari dan dirawat selayaknya pasien. Ada beberapa obat yang diminum saat isolasi seperti paracetamol, vitamin A, C dan D. Saya juga minum antibiotik. Pelayanan petugas sangat baik sehingga saya berhasil sembuh. Walau pun sembuh saya gak berani keluar rumah hingga hampir sebulan,” paparnya.

Ditanya asal-muasal ia terpapar Covid-19? Ica mengaku tidak tahu pasti. Namun satu kegiatan dianggapnya dicurigai awal mula ia terpapar. “Waktu itu saya ke rumah teman yang ternyata kena Covid-19. Di rumah teman, saya mencium botol parfum yang telah dipegang dan dicium temen. Saya yakin itu sih awalnya. Terus terang saya lengah dan akhirnya terpapar. Alhamdulillah sekarang saya sudah siaran lagi dan lebih waspada dan menerapkan prokes. Pokoknya jangan lengah dan harus disiplin prokes,” saran Ica. (**)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: