Pandeglang
Trending

TNUK Dijadikan Transaksi Jual Beli Besi Tongkang

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) Pandeglang menggelar unjuk rasa di kantor Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) tepatnya di Jalan Raya Perintis Kemerdekaan nomor 51 Kecamatan Labuan, Selasa (9/3/21).

Dalam aksinya, mereka menyoroti persoalan kawasan TNUK yang diduga dijadikan tempat transaksi jual beli besi tua bangkai tongkang yang terdampar. Korlap aksi Iding Gunadi mengatakan, kasus dugaan jual beli besi tua bangkai tongkang di kawasan TNUK sudah berlangsung sejak tahun 2017 sampai saat ini. Kasus ini terjadi diduga adanya konspirasi antara TNUK dengan perusahaan Salvage.

“Dengan adanya kasus ini kami menduga TNUK dan perusahaan Salvage melakukan konspirasi,” kata Iding, saat berorasi. Dikatakannya, seharusnya TNUK tidak memberikan izin rekomendasi atau surat izin masuk kawasan konservasi kepada perusahaan Salvage untuk melakukan aktivitasnya.

Sebab, kondisi tersebut berdampak terhadap pencemaran lingkungan maritim dan TNUK, lantaran cukup sering kapal-kapal tongkang bermuatan batu bara itu terdampar di TNUK akibat faktor cuaca buruk. “Kegiatan pemotongan bangkai besi kapal tongkang dan pengangkutan serpihan bekas kapal mengakibatkan pencemaran terhadap ekosistem laut. Apalagi TNUK merupakan tempat yang dilindungi, sehingga makhluk hidup tumbuh dan berkembang secara alami,” ujarnya.

Senada dikatakan Entis mahasiswa lainnya. Dia menilai, TNUK diduga jelas tidak melihat dasar aturan perundang-undangan tentang persoalan kemaritiman dan pelayaran sesuai Peraturan Direktur Jenderal PHKA Nomor P.7/IV-SET/2011 tentang izin masuk kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru.

“Dampak tongkang terdampar di TNUK banyak sekali yang dirugikan akibat perusahaan tidak bertanggung jawab, dan sewenang-wenang menjual belikan besi tongkang bukan pada tempatnya,” katanya. Menanggapi hal itu, Humas Balai TNUK Kabupaten Pandeglang Andri Firmansyah mengatakan, akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan para mahasiswa. “Sementara kita tampung dulu. Para mahasiswa, demo masalah sampah tongkang di kawasan perairan TNUK,” katanya. (yanadi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp