DaerahPandeglangWisata & Kuliner
Trending

Tokoh Agama Caringin Tolak Keberadaan Hotel Carita Coconut Island

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Masyarakat dan tokoh agama Desa Caringin, Kecamatan Labuan menolak keberadaan cottage, hotel, dan resort bintang 3 yang dibangun Carita Coconut Island (CCI) atau PT Pulau Kelapa Carita. Warga beralasan keberadaan hotel dapat menimbulkan kemaksiatan. Sebab, tidak sesuai dengan wilayah Desa Caringin yang di mana adanya makam Aulia Kyai Agung Asnawi Caringin. 

Pengelola pondok pesantren Alquran Syihabuddin bin Mamun Caringin ustaz Tubagus Mamun mengatakan, tidak pernah mendapatkan informasi akan dibangunnya penginapan di CCI. Namun pada kenyataannya CCI telah membangun penginapan. 

“Sosialisasi yang dilakukan CCI pada tahun 2014 dengan warga Desa Caringin tidak pernah menyampaikan mengenai izin persetujuan pembangunan hotel atau cottage. Melainkan hanya sebatas sosialisasi pembangunan water boom, dan tidak untuk pembangunan hotel atau cottage. Tapi pada kenyataannya, CCI telah membangun cottage dan hotel yang tidak ada persetujuan dari masyarakat,” ujar Mamun, ditemui Banten Raya saat menyerahkan berkas penolakan kepada Ketua DPRD Pandeglang Tubagus Udi Juhdi di Gedung DPRD Pandeglang, Rabu (31/3/2021).

Penolakan terhadap pembangunan cottage tersebut, kata dia, untuk menjaga nilai-nilai religius, norma-norma agama dan kondusivitas di Desa Caringin. “Desa Caringin itu wisata ziarah. Maka dari itu, kami menilai keberadaan hotel CCI khawatir dapat menimbulkan kemaksiatan,” ujarnya. 

Pihaknya meminta DPRD, pemerintah daerah dan pemerintah pusat menindaklanjuti penolakan keberadaan penginapan di kawasan CCI. 

“Kami memohon kepada Ketua DPRD dan pemerintah untuk memberi nasihat, dan petunjuk kepada instansi terkait untuk tidak mengizinkan bentuk apapun berupa bangunan hotel atau cottage yang dapat mengurangi keagungan dan keluhuran Makam Aulia Kyai Agung Asnawi,” harapnya. 

Kepala Desa Caringin, Kecamatan Labuan Ade M Sufi mengatakan, warga tidak pernah memberikan izin untuk pembangunan hotel di kawasan CCI. 

“Kami merasa tertipu dengan adanya sosialisasi dari CCI untuk pembangunan perizinan hotel. Warga tanda tangan hanya untuk kehadiran bukan digunakan untuk perizinan. Makanya, saya pernah minta arsip izin CCI, tapi tidak pernah dikasih,” tuturnya. 

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Pandeglang Tubagus Udi Juhdi mengatakan, akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan warga Desa Caringin dengan memanggil dinas terkait. 

“Aspirasi ini kita terima. Kami akan tindaklanjuti. Sekarang saya sedang mengkaji pembangunan hotel CCI itu. Yang kami tahu perizinan hanya Waterboom. Nanti kami panggil dinas perizinannya. Warga khawatir hotel CCI menimbulkan kemaksiatan,” katanya. (yanadi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp