DaerahPemprov BantenPendidikan
Trending

PembaTIK Banten Dorong Pembelajaran Berbasis Kompetensi

SERANG, BANTEN RAYA – Salah satu upaya untuk memaksimalkan pembelajaran jarak jauh, guru harus fokus dengan pembelajaran berbasis kompetensi. Hal tersebut disampaikan Rini Setyaningsih, salah seorang Tim Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTik) Banten saat menjadi pembicara dalam Workshop Optimalisasi Pembelajaran Jarak Jauh yang digelar SMA Negeri 1 Cikande.

Dalam paparannya, Rini sapaan akrab guru Bahasa Inggris ini menyampaikan, apapun pilihan pelaksanaan kurikulum yang dipilih, namun pihak sekolah harus memusatkan perhatian kepada pembelajaran berbasis kompensi. 

Ia menjelaskan, sesuai dengan namnaya pembelajaran berbasis kompetensi berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat dilihat dari pemahaman konsep, keterampilan menerapkan konsep dalam berbagai konteks dan sikap yang menyertainya.

“Dalam memahami konsep yang harus ditekankan adalah praktik pembelajaran yang memandu peserta didik bukan sekedar menguasai konten, tapi menguasai pemahaman mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan serbagai konteks kehidupan peserta didik,” katanya.

Cakupan pembelajaran berbasis kompetensi, lanjutnya, sangat sederhana namun mendalam karena dapat memberikan lebih banyak kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampulan secara bersamaan.

Ia menjelaskan, guru kelas dalam menerapkan pembelajaran berbasis kompetensi diantaranya harus memahami minat, cara belajar, pekerjaan orangtua dan fasilitas yang tersedia. Kemudian guru juga menentukan tujuan kompetensi yang menggabungkan pengetahuan dan keterampilan.

Menurutnya, pandemi Covid-19 berdampak terhadap peserta didik, diantaranya adalah terjadinya ketidak tercapainya pembelajaran, penurunan kemampuan peserta didik dan ketimpangan pengetahuan yang semakin lebar untuk peserta didik dengan akses yang berbeda, seperti ketersediaan materi, koneksi internet dan lain sebagainya.

Hal yang harus dilakukan pihak sekolah atau guru, kata Rini, adalah dengan menyediakan medi apembelajaran alternatif seperti rumah belajar, tv edukasi, google classroom, microsoft 365, email, whatsapp, quizzes, kahoot google meet, zoom meeting dan sejenisnya.

“Setelah memiliki model dan media pembelajaran jarak jauh, guru tetap melibatkan peserta didik dalam diskusi, membei umpan balik bersifat kualitatif dan refleksi. Artinya guru tidak hanya menyampaikan materi dan memberikan tugas kepada peserta didik. Hal tersebut bertujuan agar pembelajaran jarak jaug lebih efektif,” imbuhnya. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp