DaerahKesehatan
Trending

Penanganan Covid-19, Kapolda Banten Gandeng Para Kiai Sampai Pelosok Kampung

SERANG, BANTEN RAYA – Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho tancap gas dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Banten. Selain mengusulkan agar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Banten diperluas, Irjen Rudy juga menggandeng para kiai, guru ngaji, guru madrasah, serta para ustaz sampai pelosok desa dan kampung untuk menyosialisasikan pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi. 

Kapolda langsung menyambangi Kantor Wilayah Kementerian Agama ( Kanwil Kemenag) Provinsi Banten untuk menyampaikan maksudnya tersebut, kemarin. 

“Kenapa saya ke Kanwil Kemenag? karena ada potensi besar di kanwil. Kanwil Kemenag itu punya namanya penyuluh agama sampai 870 orang, dia punya 1.700 guru madrasah, kemudian juga berapa ribu kiai yang ada di pelosok-pelosok itu di bawah kemenag. Kalau digabungkan dengan bhabinkamtibmas, serta dai kamtibmas, itu luar biasa efeknya ke pelosok,” kata Rudy saat bertemu dengan para pemimpin media massa di Banten, di Kota Serang, Kamis (18/2/2021). 

Hadir mendampingi dalam kesempatan itu Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Banten Kombes Pol Joko Sumarno, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny, Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Lutfi Martadian, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi. 

Susana pertemuan antara Kapolda Banten dengan para pemimpin media massa di Banten.

Pria yang pernah menjabat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Polri ini mengatakan, masih banyak di masyarakat saat ini yang abai terhadap protokol kesehatan, serta menganggap remeh wabah Covid-19. 

“Ada juga yang bilang vaksinasi itu bisnis, banyak lah yang mispersepsi di masyarakat. Nah ini kita luruskan dengan menggandeng ulama, guru, ustad, dan para kiai,” kata Rudy. 

Ia meminta seluruh Kapolsek di Banten untuk berkoordinasi dengan Kantor Urusan Agama tingkat kecamatan dalam rangka menjalankan program tersebut. 

“Personel bhabinkamtibmas kan terbatas. Tidak semua di daerah ada. Di Polresta Tangerang saja yang begitu besar bhabinkamtibmas masih kurang, apalagi yang di Lebak dan Pandeglang,” tuturnya. 

Tak hanya soal Covid-19, protokol kesehatan, dan vaksinasi, upaya menggandeng para kiai, guru ngaji, guru madrasah, serta para ustad sampai pelosok desa juga untuk mencegah terjadinya radikalisasi dan upaya penanganan konflik. 

“Kanwil Kemenag merespons baik. Jadi nanti kanwil akan melakukan webinar supaya para penyuluh dan kiai tadi bergabung sinergis dengan bhabinkamtibmas,” kata Kapolda. (fikri) 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp