DaerahKesehatan
Trending

Prokes Masyarakat Mulai Kendor, Kasus Covid-19 di Banten Naik Lagi

SERANG, BANTEN RAYA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat jika kasus terkonfirmasi Covid-19 mulai kembali naik dalam beberapa hari terakhir ini. Penyebabnya, saat ini kepatuhan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan (prokes) sudah menurun.

Berdasarkan data yang dirilis Dinkes Banten, tingkat risiko penyebaran Covid-19 di Banten mengalami peningkatan kini seluruh kabupaten/kota di Banten masuk pada zona oranye sejak Senin (14/6/2021). Padahal sehari sebelumnya hanya ada lima daerah yang masuk zona oranye.

Adapun kelimanya adalah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon dan Kota Serang. Tiga daerah lainnya yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang berada di zona kuning.

Sementara itu, adapun jumlah kasus terkonfirmasi positif di Banten hingga Selasa (15/6/2021) terhitung ada 52.214. Angka itu naik 200 kasus dibanding hari sebelumnya. Rinciannya, 1.838 masih dirawat, 49.041 sembuh dan 1.335 meninggal dunia.

Kenaikan kasus tinggi juga tercatat pada sepekan terakhir. Pada 7 Juni kasus baru yang timbul ada 146 kasus, pada 8 Juni 146 kasus, 9 Juni 215 kasus, 10 Juni 202 kasus. Selanjutnya pada 11 Juni terdapat 268 kasus, 12 Juni 252 kasus, 13 Juni 171 kasus serta pada 14 Juni 225 kasus.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti membenarkan saat ini semua daerah di Banten masuk zona oranye penyebaran Covid-19. Meningkatkan kasus yang timbul didominasi oleh klaster keluarga. “Ya semua daerah masuk zona oranye. Kenaikan kasus masih didominasi oleh klaster keluarga,” ujarnya, kemarin.

BACA JUGA: Semua Kabupaten/kota di Banten Sekarang Masuk Zona Oranye Covid-19

Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu menuturkan, adapun yang menjadi  penyebab meningkatnya kasus terkonfirmasi dikarenakan masyarakat yang mulai tak disiplin terhadap penerapan prokes. Bahkan dia menyebut perlu adanya pengetatan dengan melakukan patroli.

“Penerapan prokes di masyarakat sudah kendor. Tim perubahan perilaku dan penegakan disiplin prokes harus kembali digencarkan,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, hingga kemarin dari 273 ruang intensive care unit (ICU) yang tersedia di Banten, 167 di antaranya telah terpakai dan tinggal tersisa 106 unit. Sementara tempat tidur isolasi dari 3.371 yang tersedia, 2.321 di antaranya dan kini terisan 1.050. “BOR (bed occupancy rate) ICU 61,17 persen dan BOR TT (tempat tidur) isolasi 68,85 persen,” tuturnya.

Terkait hal itu, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 telah melakukan sejumlah langkah preventif dan kuratif. Pertama, meningkatkan tracing, testing dan treatment (3T). Kedua, mempercepat pelaksanaan kegiatan vaksinasi.

“Ketiga, menyiapkan tambahan kapasitas TT penanganan pasien covid, khususnya ICU,” ungkapnya.

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan, meningkatkan zona risiko penyebaran Covid-19 saat ini akan menjadi pertimbangan pelaksanaan pembelajaran tatap muka untuk tingkat SMA sederajat pada bulan Juli 2021 mendatang terancam tidak diterapkan.

“Belajar tatap muka Juli kita akan evaluasi dulu, kalau (kasus positif) di Julinya aman, kita mulai tatap muka,” katanya.

Dijelaskan Wahidin, zona oranye penularan Covid-19 di seluruh daerah menjadi pertimbangan Pemprov Banten untuk melaksanakan belajar tatap muka di sekolah.

“Kita pertimbangkan, masih kita bahas efeknya, dampaknya. Tentu kita tidak ingin belajar tatap muka menimbulkan masalah baru,” ujarnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp