DaerahPendidikan

Sagusaku IGI Banten Kaji Pembelajaran Berbasis Siber

SERANG, BANTEN RAYA – Komunitas Satu Guru Satu Buku (Sagusaku) Ikatan Guru Indonesia (IGI) Banten kembali membuat gebrakan dalam bidang literasi. Kali ini, Sagusaku IGI Banten menggelar Simposium Nasional Gardaku Indonesia.

Penanggung jawab Sagusaku IGI Nurbadriyah mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari di salah satu resor di Anyer, Kabupaten Serang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Ketenagaan dan Kelembagaan Dinas Pendidikan Provinsi Banten Ismail.

Guru SMA Negeri 5 Cilegon ini menjelaskan, pendidikan Indonesia, khususnya Banten sangat membutuhkan komunitas hebat, seperti Sagusaku IGI untuk membantu pergerakan pendidikan Indonesia lebih cepat dan berkualitas. 

Ditambahkannya juga, guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Apa pun kurikulumnya, jika guru Indonesia mau berbenah dan meng-upgrade kemampuannya, maka semua permasalahan pendidikan akan mudah diatasi.

Ia menilai, banyak keterbatasan yang dimiliki oleh hampir seluruh guru di seluruh Indonesia, terkait pembelajaran jarak jauh dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Sagusaku IGI Banten akan mencetak dan menerbitkan dua judul buku dengan dua jenis buku yaitu digital dan cetak.

“Sebagai pegiat literasi dua judul buku yang akan diluncurkan, adalah buku pendidikan terkait mata pelajaran sesuai mata pelajaran yang diampu setiap peserta simposium, dan buku praktik pembelajaran berbasis siber,” kata Nurbadriyah kepada Banten Raya usai kegiatan, kemarin.

Menurutnya, dalam pembelajaran berbasis siber itu, guru bukan hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga harus mampu memfilter informasi-informasi negatif yang masuk melalui dunia Maya. 

Selain itu, guru juga harus mampu mengarahkan sumber belajar yang tepat dan bermanfaat bagi peserta didik. Digitalisasi tidak menghapus pembelajaran tatap muka, melainkan menambah fitur digital yang lebih menarik dalam proses pembelajaran.

Dalam kesmepatan itu, Nurbadriyah kembali menekankan pada peserta simposium untuk aktualisasi diri dengan hasilkan karya, implementasikan digitalisasi sekolah untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan berkualitas. (satibi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× Chat Via WhatsApp