KesehatanSerang

124 Penyelenggara Pilkada Kena Covid-19, RS Swasta Diminta Buka Ruang Isolasi

SERANG, BANTEN RAYA – Rumah sakit (RS) swata yang ada di Kabupaten Serang didorong agar melayani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan keluhan atau gejala. Hal itu sesuai dengan surat edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kememkes) agar RS swasta turut berpartisipasi dalam penanganan pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengatakan, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Serang terus mengalami pelonjakan terutama menjelang pelaksanaan Pilkada Kabupaten Serang bagi para petugas KPPS.

“Kurang lebih ada 124 kasus baru yang berasal dari penyelenggara pilkada. Sesuai dengan ketentuan, KPU tidak mempekerjakan mereka sebagai petugas TPS,” kata Agus, Minggu (13/12).

Dengan terus meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 itu, pihak dinkes terus melakukan upaya memperbanyak ruang-ruang isolasi di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) yang diperuntukan bagi pasien yang memiliki gejala dan keluhan.

“Kita juga akam coba dorong beberapa rumah sakit swasta yang ada di wilayah Kabupaten Serang agar bisa menerima pasien Covid-19 sesuai dengan surat edaran Kemenkes. Kriterianya, tentu harus ada ruang-ruang yang disiapkan yang terpisah dengan ruang inap lainnya,” ujarnya.

Selain itu, dari sisi tenaga medis juga harus terlatih serta sarana dan prasarana (Sarpras) lainnya harus mendukung. “Sebenarnya kaya RS Hermina di Ciruas juga sudah menerima (pasien terkonfirmasi positif Covid-19-red) tapi ruangan di sana masih terbatas dan mereka masih kesulitan untuk menyiapkan ruangannya,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang Suja’i A. Sayuti mendukung langkah dinkes yang akan melibatkan RS swasta dalam penanganan Covid-19. “Kami sangat sepakat jika rumah sakit swasta didorong juga untuk turut serta menangani pasien Covid-19. Biar bagaimana pun penanganan Covid-19 ini tidak bisa hanya cukup mengandalkan rumah sakit pemerintah,” katanya.

Politisi Gerindra itu mengaku, Komisi II siap jika dibutuhkan untuk membantu komunikasi dengan pihak RS swasta agar RS swasta bersedia menangani pasien Covid-19. “Harapan kami dari Komisi II baik pemerintah maupun swasta harus saling bahu membahu menangani Covid-19 yang sampai saat ini belum berakhir,” ujarnya. (tanjung/fikri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp