DaerahKesehatanSerang
Trending

178 Nakes di Kabupaten Serang Kena Covid-19 

SERANG, BANTEN RAYA – Sebanyak 178 orang tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Serang yang bertugas di puskesmas dinyatakan positif Covid-19 selama pandemi Covid-19. Sebagian besar dari mereka sudah dinyatakan sembuh setelah melakukan isolasi mandiri karena kebanyakan berstatus orang tanpa gejala (OTG). 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya sudah cukup banyak. “Sudah ada 178 orang nakes yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Serang di luar rumah sakit,” kata Agus saat ditemui di halaman pendopo Bupati Serang, Rabu (6/1/2021). 

Adapun mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut rata-rata bersatus OTG sehingga mereka langsung melakukan isolasi mandiri. “Alhamdulillah kondisinya sudah pada membaik karena dominan OTG. Jadi sudah dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari, kemudian meningkatkan daya tahan tubuh. Begitu sudah dinyatakan sembuh mereka bisa bekerja lagi,” ujarnya. 

Tingginya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada nakes karena mereka bertugas di puskesmas-puskesmas berhubungan langsung dengan masyarakat terutama mereka yang sakit. “Kita satgas sedang mengupayakan untuk mencari rumah isolasi bagi warga Kabupaten Serang tapi sampai saat ini kita tahu mencari rumah isolasi di wilayah Kabupaten Serang cukup sulit,” tuturnya. 

Agus menjelaskan, rumah isolasi mandiri sangat dibutuhkan manakala terjadi lonjakan kasus dengan status OTG. “Yang dikhawatirkan itu dari kasus OTG melakukan isolasi mandiri di rumah sehingga terjadi peningkatan penularan klaster keluarga. Klaster keluarga saat ini masih mendominasi. Saat ini yang OTG-OTG isolasinya di rumah tapi tetap diawasi petugas puskesmas,” ungkapnya. 

Disoal terkait perkembangan rencana vaksinasi Covid-19, Agus mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten. 

“Untuk kesiapan gudang farmasi di kita perlu ada sarana penunjang yang harus dilengkapi karena untuk refrigerator atau lemari es harus terpisah dengan vaksin-vaksin lainnya. Ini sudah kami laporkan ke Ibu Bupati (Rt Tatu Chasanah-red),” tuturnya. (tanjung/fikri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp