DaerahEkonomi & BisnisSerang
Trending

260 Karyawan PT SYJC di-PHK, Tak Ada Pesangon dan Sisa Gaji Tak Dibayar

SERANG, BANTEN RAYA – Sebanyak 260 orang karyawan PT SYJC atau Shu Yuan Jian Cai di Kecamatan Cikande terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak. Selain mem-PHK karyawannya, pihak manajemen juga menutup perusahaannya karena sudah tidak ada karyawan lagi.

Wakil Ketua Bidang Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (SPKEP) Kabupaten Serang yang juga karyawan PT SYJC Muhamad Nuryasin menjelaskan, pihaknya telah di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja sejak 15 April.

“Hari ini (kemarin-red) kami melakukan unjuk rasa untuk menarik semua pihak dan perwakilan perusahaan menemui kami, tapi karena alasan kunci pintu perusahaan enggak ada, kita gagal berunding,” kata Nuryasin, Senin (19/4/2021).

Ia mengungkapkan, terdapat kurang lebih 260 orang karyawan PT SYJC yang di-PHK dengan alasan penjualan produk berkurang dan ingin mengurangi biaya operasional. “Tapi semua alasan yang disampaikan pihak perusahaan tidak dibuktikan dengan data valid,” ujarnya.

Nuryasin menilai, keputusan tersebut sebagai PHK sepihak karena tidak pernah ada pemberitahuan dari pihak perusahaan kepada karyawannya. “Perusahaan sudah tutup sejak 15 April karena sudah enggak ada karyawannya lagi,” tuturnya.

Pihaknya menuntut kepada pihak perusahaan agar hak-hak mereka seperti pesangon dan sisa gaji diberikan karena sampai saat ini belum ada kejelasan. 

“Pesangon enggak ada, THR (tunjangan hari raya) enggak ada, sisa gaji juga enggak dibayar. Ada penawaran untuk pesangon dibayar dua bulan kerja tapi kita menolak, kita pengen berdasarkan masa kerja,” ungkap pria yang mengaku sudah bekerja delapan tahun itu. 

Ia menuturkan, saat PHK massal tersebut dilakukan sepengetahuannya kondisi perusahaan sedang tidak ada masalah karena penjual produk berupa bata ringan tetap berjalan. “Sehari pengiriman rata-rata 100 sampai 150 mobil,” katanya. 

Baca juga

Satu Tahun Wabah Covid-19, Perusahaan di Kabupaten Serang Masih Lesu

Terpisah, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Diana Ardhianty Utami mengaku sudah mendapat info terkait adanya PHK tersebut. 

“Sudah ada info secara lisan tapi belum dibuat secara tertulis. Pasti kedua belh pihak akan dipanggil untuk klarifikasi dan mediasi,” ujarnya. (tanjung/fikri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp