DaerahSerang

Balap Liar Tak Mempan oleh Garis Kejut

SERANG, BANTEN RAYA – Polisi membubarkan aksi balap liar yang melibatkan puluhan pemuda di Jalan Raya Tambak-Carenang tepatnya di Kampung Winong, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Minggu (20/12/2020) dini hari. Dalam pembubaran tersebut, turut diamankan tiga unit sepeda motor.

Kapolsek Cikande Kompol Mochammad Ridzky Salatun mengatakan, pembubaran balap liar dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang merasa terganggu karena sering terjadi trek-trekan di jalan tersebut. Kemudian, pada Minggu (20/12/2020) dini hari tim gabungan menuju lokasi kejadian.

“Kami menerima laporan jika pengguna jalan dan masyarakat sekitar merasa terganggu dengan suara bising kenalpot dari kendaraan pelaku balap liar tersebut terutama masyarakat yang mempunyai bayi,” katanya kepada Banten Raya, Minggu (20/12). 

Menurut Ridzky, balap liar dilakukan hampir setiap malam, terutama malam Jumat, Sabtu dan Minggu sekitar pukul 23.30 WIB hingga pukul 03.30 WIB.

“Masyarakat dan Bhabinkamtibmas sudah pernah membubarkan namun kegiatan balap liar tersebut tetap ada. Bahkan kami bersama masyarakat sudah membuat garis kejut dan polisi tidur namun tidak bertahan lama,” ujarnya.

Selain meresahkan Ridzky menambahkan di massa pandemi virus korona, aktivitas balap liar dapat menimbulkan kerumunan, sehingga berpotensi terjadinya penyebaran virus Covid 19.

“Untuk itu kita mengambil tindakan dengan membubarkan kegiatan yang cukup membahayakan bagi mereka (pelaku balap liar) maupun pengguna jalan. Ada sedikitnya 3 unit motor kita amankan dalam kegiatan itu,” tambahnya.

Ridzky menegaskan, pembubaran balap liar itu merupakan upaya kepolisian mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, mencegah penyebaran Covid-19, dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

“Yang kami khawatirkan kegiatan balap liar ini dapat mengakibatkan aksi spontan dari masyarakat yang merasa terganggu dan dapat mengakibatkan keributan,” katanya. 

Sementara itu, Ridzky mengungkapkan pelaku balap liar yang tertangkap tangan selanjutnya di bawa ke Mapolsek Cikande. Penindakan yang dilakukan berupa tilang dan teguran kepada pelaku.

“Setelah mendapatkan pembinaan, mereka diperbolehkan pulang setelah dijemput orangtuanya masing-masing. Sedangkan kendaraan bisa dibawa setelah mereka menunjukan surat-surat kendaraan dan tilang tetap dilakukan,” ungkapnya.

Rian, warga Kampung Winong mengaku cukup terganggu dengan balap liar di jalur Tambak-Carenang.

“Kami sudah memasang polisi tidur tapi di rusak. Makanya mereka kembali melakukan balap liar. Kita juga telah mengusulkan dan meminta izin ke kepolisian untuk kembali membuat garis kejut. Mudah-mudahan diizinkan,” katanya. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp