DaerahSerangWisata & Kuliner
Trending

Bangun Taman Vila Hijau di Timur Kabupaten Serang, Pemilik Sempat Dianggap Halu

SERANG, BANTEN RAYA- Pada 2020, Taman Vila Hijau yang merupakan taman bunga pertama di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang ramai dikunjungi orang. Pada akhir pekan dan hari libur nasional, pengunjung yang datang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan orang.

Siapa sangka taman bunga itu semula ditanami bunga hanya untuk iseng. Namun kemudian banyak yang berkunjung dan membagikan kisah mereka di internet sehingga semakin banyak orang yang tahu dan datang ke taman bunga itu.

Edi, pemilik Taman Vila Hijau, mengatakan semula lahan yang saat ini jadi taman bunga hanya berupa lahan pertanian biasa yang berpuluh-puluh tahun lalu ditanami palawija. Ia sendiri menanam palawija sebagai penerus usaha ayahnya yang juga seorang petani.

Sampai akhirnya ketika kemarau parah tiba ia tidak bisa lagi menanam jagung. Air tidak ada sehingga palawija akan mati bila dipaksa ditanam. Namun Edi tidak bisa hanya berdiam diri. Harus ada yang ia lakukukan. Maka Edi mulai menanam bunga bougenville di sekeliling gubuk yang ia bangun di tengah sawah yang kemudian menjadi rumahnya.

Taman Vila Hijau
Taman Vila Hijau menyediakan spot foto yang menarik.

Lama-lama Edi memperluas area tanaman bunganya. Jadilah lahan palawija itu berubah menjadi taman bunga mini aneka warna-warni. Pada saat awal menanam bunga dan tempat itu belum ramai, para tetangga bahkan keluarganya sendiri menganggap Edi sudah gila.

Bagaimana tidak, lahan yang sudah puluhan tahun ditanami palawija baru kali ini ditanami bunga, sesuatu yang dianggap tidak berguna karena tidak dapat dimakan. Tanpa terpengaruh omongan negatif tetangga dan keluarga, Edi terus saja menanam bunga karena lama-lama aktivitas itu menjadi hobinya. Bahkan Edi mulai membuat ornamen-ornamen yang sudah ia bayangkan bisa mempercantk taman bunganya nanti.

Maka ketika membangun ornamen ini, misalkan tanda hati yang terpanah yang terbuat dari semen yang ia letakkan di tanah, ia buat itu dengan diam-diam. Ia tidak ada ada orang yang melihatnya membangun sesuatu yang aneh itu. Maka ketika ada warga yang lewat kebunya ia akan bersembunyi di antara tanaman jagung. Ketika sudah tidak ada orang ia akan meneruskan pembangunan itu.

Maka ketika taman bunga yang ia rintis kemudian bisa menarik banyak pengunjung bahkan bisa memberikan uang tambahan bagi tetangga dan keluarganya yang semula mengejeknya ia mengaku sangat terharu sekaligus bangga.

BACA JUGA: Taman Vila Hijau, Taman Bunga Indah di Serang Timur

“Enggak nyangka bisa jadi taman dan rame gini padahal sebelumnya pada menghina,” katanya.

Edi menceritakan, awalnya yang datang ke tamannya hanya seorang anak perempuan yang membawa temannya. Saat itu si anak meminta izin masuk dengan temannya ke taman itu. Edi mengizinkan anak itu masuk dan hanya memintanya membayar Rp1.000 sebagai tiket masuk. Keesokan harinya anak lain berdatangan dan mereka semua tahu tiket masuk hanya Rp1.000 per orang.

“Pada dateng tetangga. Tetangga bawa orang. Orangnya bawa orang lagi. Terus gitu sampe rame apalagi tahun kemaren setahun rame,” katanya.

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

Dari hasil ticketing pengunjung pada tahun lalu, Edi mengaku bisa mendapatka uang puluhan juta rupiah. Namun uang itu tidak ia gunakan untuk kesenangan hidup melainkan melengkapi fasilitas di taman bunga sehingga akan semakin lengkap.

Edi mengaku mimpinya hanyalah bisa menjadi solusi bagi tetangga dan keluarganya yang masih menganggur dengan bisa mendaptkan penghasilan dari taman bunga yang dikelolanya.  Sayang virus Covid-19 mengganas dan menampar usahanya. Kini sejak dua bulan lalu, taman bunga miliknya nyaris sepi. Bila biasaya ada belasan dan puluhan orang yang datang kali ini hanya satu dua yang datang. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp