DaerahSerang
Trending

Busyet! Modal Jadi Kades di Kabupaten Serang Bisa Habiskan Ratusan Juta Hingga Miliaran

SERANG, BANTEN RAYA – Sebanyak 114 desa di Kabupaten Serang pada tahun ini akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2021. Dari informasi yang berhasil dihimpun, modal untuk maju menjadi kepala desa (Kades) bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran.

Ikhawan Badrudin, salah seorang mantan Kepala Desa Anyer, Kecamatan Anyer mengatakan, dinamika pada saat pilkades terbilang cukup ketat karena harus bersaing dengan orang yang dikenal dan terkadang dengan tetangga, bahkan saudara sendiri.

“Dibanding pileg (pilihan legislatif), pilkades persaingannya lebih ketat,” kata Ikhwan kepada Banten Raya, Rabu (10/2/2021).

Related Articles

Pria yang saat ini menjabat Ketua Fraksi PAN di DPRD Kabupaten Serang itu menuturkan, selain memerlukan dukungan sosial yang kuat, pilkades juga memerlukan modal finansial yang tidak sedikit.

“Kalau waktu saya dulu (mencalonkan diri-red) kurang lebih habis Rp500 juta. Kalau untuk di daerah industri seperti di Bojonegara, Puloampel, dan di Serang timur bisa mencapai Rp1 miliar bahkan bisa lebih,” ungkapnya.

Sedangkan, untuk bisa memenangi kompetisi pilkades, Ikhwan mengungkapkan, salah satu yang menjadi kuncinya yakni kebersamaan dan kekompakan kelauarga dari calon kades.

“Peran keluarga besar itu penting, kalau dalam satu keluarga itu sudah beda-beda pilihan, contoh, kakanya ke calon A, adiknya ke calon B, dan pamannya ke calon C rasanya sulit calon kepala desa bisa menang,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Kepala Desa Domas, Kecamatan Pontang Dendi Kurnia Ardiansyah mengatakan, pilkades merupakan adu gengsi bagi para calon dan pendukungnya sehingga berbagai cara dilakukan untuk bisa menang.

“Kalau menurut pengalaman saya untuk pilkades persaingannya sangat ketat, soalanya tetangga sebelah rumah kita juga bisa menjadi tim sukses (timses) lawan kita. Kalau pileg kan cakupannya lebih luas,” kata Dendi.

Politikus PPP itu menuturkan, terkait dengan biaya tergantung jumlah penduduk di desa tersebut. Kemudian, biaya terbesar yang dikeluarkan untuk operasional. 

“Siang malam di rumah ramai orang terus. Waktu saya kalau dihitung keseluruhan habisnya di atas Rp500 juta di bawah Rp1 miliar. Biaya pileg pastinya lebih besar karena cakupan wilayahnya lebih luas,” tuturnya.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang itu mengaku, dengan dukungan keluarga besar dan timses yang solid bisa mengalahkan lima orang lawannya dengan telak pada pilkades 2012 lalu. “Alhamdulillah waktu pilkades dulu saya menang telak,” ujarnya. (tanjung/fikri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp