Ekonomi & BisnisSerang

Daripada Ngegosip, Ibu-ibu di Puloampel Ini Pilih Buat Kerajinan dari Sampah, Segini Harganya..

SERANG, BANTEN RAYA – Ibu-ibu di Desa Margasari, Kecamatan Puloampel yang tergabung dalam kelompok binaan bank sampah Resik Jelinger mengubah sampah menjadi berbagai kerajinan tangan seperti dompet, tas, dan kerajinan lainnya.

Ahli Muda Coroperate Social Responsibility (CSR) Humas dan Keamanan Indonesia Power PLTGU Cilehon Dedi Irawan mengatakan, sejak 2017 lalu pihaknya telah membentuk bank sampah yang dikelola oleh ibu-ibu yang ada di Desa Margasari.

“Hari ini (kemarin) ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok binaan bank sampah Resik Jelinger bisa melanuching produk dari sampah yang diubah menjadi berbagai kerajinan tangan bertepatan dengan peringatan Hari Sampah Nasional,” kata Dedi, Selasa (23/2/2021).

Beberapa produk yang sudah dihasilkan kelompok binaannya itu di antaranya kait masker dari sampah plastik, tas dari sampah plastik, dan dompet dari sampah plastik. “Dari kegiatan ibu-ibu itu setidaknya bisa mengurangi jumlah sampah yang ada di Desa Margasari,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pertamanan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Toto Mujianto mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu di Desa Margasari tersebut walaupun sampah yang ditangani masih kecil karena hanya berskala lingkungan.

“Jadi sampah yang ada di Desa Margasari dipilah oleh ibu-ibu rumah tangga seperti botol, kardus, logam, dan yang lainnya yang ditampung melalui bank sampah dan sampahnya bisa ditukar dengan sembako atau diambil uangnya,” kata Toto. (tanjung/fikri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp