DaerahHukum & KriminalSerang
Trending

Diduga Gelapkan Mobil, Oknum ASN Ini Terancam 4 Tahun Penjara

SERANG, BANTEN RAYA – Ila Nurila, seorang aparatur sipil negeri (ASN) asal Kabupaten Serang terancam 4 tahun penjara. Pasalnya, ia diduga melakukan penggelapan mobil Toyota Kijang Innova Luxury berplat nomor A 1536 FC milik warga Kampung Komplek, Desa Mandaya Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang. Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Serang dalam agenda pembacaan dakwaan, Senin (1/2/2021).

Dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang Edwar mengatakan, pada 15 April tahun 2016 Ila bersama suaminya mendatangi rumah korban di Kampung Komplek bertujuan untuk meminjam uang untuk modal usaha.

“Sekitar jam 14.00 WIB terdakwa bersama dengan suaminya, datang ke rumah Sunarya (korban). Dalam pertemuan tersebut, terdakwa meminjam uang,” kata JPU kepada majelis hakim yang diketuai Emy Tjahjani Widiastoeti.

Menurut Edwar, korban kemudian diiming-imingi mobil baru, jika membantunya memberikan pinjaman modal usaha. Namun saat itu korban tidak memiliki uang dan hanya memiliki 1 unit mobil Toyota Kijang Innova Luxury berplat nomor A 1536 FC.

“Karena korban Sunarya diiming-imingi akan dibelikan mobil baru jika mau menyerahkan mobilnya untuk dijual oleh terdakwa dengan harga Rp257 juta, sebagai modal usaha terdakwa,” ujarnya.

Edwar mengungkapkan, korban kemudian menyerahkan mobil tersebut. Selain mobil, Ila juga meminta uang pinjaman tambahan sebesar Rp18 juta. Sehingga seluruh pinjaman untuk modal usaha dengan perjanjian akan dibelikan mobil seharga Rp275 juta.

“Setelah uang diterima seluruhnya berjumlah Rp257 juta, oleh terdakwa dan terdakwa menjanjikan akan membeli mobil dengan cara uang DP (dan angsuran dibayar oleh terdakwa,” ungkapnya.

Edwar menjelaskan, mobil yang sempat dijanjikan oleh Ila dengan cara membayar DP dan angsuran, hingga saat ini tidak pernah diserahkan atau dibeli oleh pelaku untuk korban.

“Atas kejadian itu korban mengalami kerugian materil kurang lebih sebesar Rp275 juta. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 378 KUHP (ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara),” jelasnya.

Usai mendengarkan dakwaan, sidang selanjutnya akan kembali digelar pekan depan dengan agenda keterangan saksi-saksi. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp