DaerahSerang
Trending

Dihantam Gelombang, 6 Nelayan Puloampel Terjun ke Laut

SERANG, BANTEN RAYA- Dihantam gelombang tinggi, enam nelayan asal Desa Sumuranja, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang terjun ke laut, persisnya di perairan Bojonegara, Rabu (23/3/2021) siang. Beruntung korban berhasil diselamatkan warga yang sedang memancing.

Humas Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Banten Sito Warsito mengatakan, kecelakaan laut yang menimpa enam nelayan asal Puloampel yaitu Wadin Suharyo (31), Sampurno (55), Naseh (40), Sujai (50 ), Suhemi (23) dan Wanda (21) terjadi sekitar pukul 13.00.

“Nelayan ini berangkat dari Kampung Ambaru menuju Pulau Pamujan sekitar pukul 11.00,” katanya kepada Banten Raya, Rabu (23/3/2021).

Menurut Sito, saat dalam perjalanan kapal nelayan yang tidak memiliki nama itu dihantam gelombang tinggi, tepatnya di Perairan Bojonegara dan mengakibatkan sayap kapal sebelah kiri patah. 

“Kapal kemudian terbalik dan keenam korban terjun ke laut,” ujarnya.

Sito menambahkan, keenam nelayan yang telah terjun ke laut kemudian berusaha menyelamatkan diri, dengan cara naik ke punggung perahu yang mengambang di tengah laut. 

“Kemudian mereka meminta tolong ke warga yang sedang memancing,” tambahnya.

Sito mengungkapkan, pemancing yang ada di sekitar kejadian perkara (TK) kemudian menyelamatkan keenam nelayan tersebut dan membawa korban ke pinggir pantai.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, semua selamat dan dalam kondisi yang baik,” ungkapnya.

Sito mengimbau para nelayan di wilayah Banten untuk ekstra waspada saat melaut. Sebab cuaca sedang tidak bersahabat dan bisa membahayakan nelayan.

“Jika cuaca sedang buruk, baiknya tidak memaksakan melaut, karena bisa berbahaya bagi keselamatan nelayan,” jelasnya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp