DaerahSerang
Trending

Dua Oknum LSM Adu Mulut dengan Anggota DPRD Saat Penyegelan THM di JLS

SERANG, BANTEN RAYA – Operasi penyegelan tempat hiburan malam (THM) di Jalur Lingkar Selatan (JLS) diwarnai adu mulut, antara anggota DPRD Kabupaten Serang dengan dua orang oknum yang diduga anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Potensi Pembinaan Keluarga Besar (BPPKB) Banten.

Pantauan Banten Raya, adapun kronologis terjadinya ketegangan bermula saat tim gabungan yang dipimpin jajaran Satpol PP Kabupaten Serang selesai menggembok THM Angel. Saat akan menggembok THM yang lain, anggota DPRD Kabupaten Serang Mawardi dan beberapa warga yang ikut mengawal melihat dua orang oknum LSM yang memakai baju BPPKB Banten sedang duduk di warung. 

Melihat dua orang oknum LSM itu mawardi menanyakan tujuan mereka berada di warung tersebut. Salah seorang dari kedua orang itu mengatakan bahwa mereka sedang duduk saja. Akan tetapi Mawardi dan warga tidak percaya begitu saja. Lantas tiba-tiba ada warga yang mengatakan bahwa mereka yang membekingi keberadaan THM di JLS. 

Sontak Mawardi pun menyampaikan kepada dua orang oknum LSM tersebut bahwa LSM bukan untuk membekingi tempat hiburan. “LSM itu tujuannya bukan seperti ini,” kata Mawardi. 

Mendengar omongan Mawardi, salah seorang oknum LSM itu langsung menimpali bahwa tujuannya di JLS untuk usaha. “Rencana kami mau mengatur warung-warung di sini” ujarnya. 

Mawardi pun langsung menjawab, agar mereka tak perlu mengaturwarung di sana, semua warem di lokasi tersebut harus dibubarkan. “Kamu jangan sok berkuasa, kalau mau berkuasa kami warga Serdang,” ujar anggota Komisi III DPRD Kabupaten Serang ini. 

Belum selesai Mawardi berbicara, tokoh Masyarakat Kramatwatu Samsul Falah menanyakan kepada dua orang oknum LSM tersebut. “Kamu dari mana? Berani-beraninya berbuat seenaknya di sini. Apa mau ngadu massa. Kami turunkan semua warga Kramatwatu,” ujarnya dengan nada keras. 

Sementara itu, Sekretaris Desa Serdang M Yunus mengungkapkan, ada orang yang mengaku pengurus LSM BPPKB Banten pernah datang ke desanya untuk meminta izin mengelola warung-warung yang ada di JLS. 

“Ada yang pernah datang ke kami, dan bahkan minta warga Serdang untuk bersama-sama membuka warung di sini (JLS-red),” tuturnya. (tanjung)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp