DaerahEkonomi & BisnisSerang
Trending

Duh! Banyak Koperasi Mangkir Melakukan Pemenuhan Komitmen Perizinan

SERANG, BANTEN RAYA – Sejumlah koperasi di Kabupaten Serang belum melakukan pemenuhan komitmen pasca mereka mengurus perizinan melalui online single submission (OSS). Padahal, hal tersebut wajib dilakukan oleh pemilik usaha agar mereka memperoleh izin operasional di daerah. 

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Pipih Rosvianthie mengatakan, sejak diberlakukannya OSS pada 2019 lalu banyak koperasi yang belum mengurus izin ke Diskoperindag.

“Sejak 2019 lalu kan pengurusan izin melalui OSS. Dalam OSS itu yang terkait dengan izin usaha simpan pinjam berlaku efektif untuk melakukan pemenuhan komitmen. Pemenuhan komitmen itu pihak koperasi membawa berkasnya ke dinas teknis terkait,” kata Pipih, Selasa (6/4/2021). 

Selanjutnya, pihak Diskoperindag melakukan verifikasi berkas yang diserahkan oleh pemilik usaha simpan pinjam untuk dikeluarkan rekomendasinya. Kemudian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) akan memproses dokumen izin operasional di daerah. 

“Masih banyak pemilik koperasi yang belum melakukan pemenuhan komitmennya, yang sudah mengurus justru baru sedikit. Kalau badan usaha sudah pasti ada,” ujarnya. 

Pipih mengaku, pihaknya telah mengeluarkan surat imbaun kepada pemilik usaha simpan pinjam agar bisa melalukan pemenuhan komitmen setelah mereka mengurus izinnya ke OSS. “Mereka bukan ilegal tapi belum mengurus izinnya ke daerah,” tuturnya. 

Ia belum mengetahui alasan secara pasti para pemilik usaha simpan pinjam belum melakukan pemenuhan komitmen. 

“Apakah koperasi yang belum memahami atau pihak koperasi yang melalaikan. Jumlah koperasi di Kabupaten Serang 819 tapi yang aktif 812,” katanya. 

Adapun salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dalam pemenuhan komitmen yaitu pengelola usaha simpan pinjam harus memiliki sertifikasi. 

“Ini memang jadi kendala tersendiri. Kita memfasilitasi uji kompetensi ini baru berjalan dua tahun. Tahun lalu 30 orang dan tahun ini 30 orang. Jadi baru 60 pengelola usaha simpan pinjam yang sudah sudah tersertifikasi,” katanya. (tanjung)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp