DaerahHukum & KriminalSerang
Trending

Gara-gara Dilarang Petik Nangka, Cucu Dorong Nenek Hingga Tewas

SERANG, BANTEN RAYA- Aminah (88), warga Kampung Pagedangan, Desa Tanjungsari Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang tewas di tangan Ruyani (35) yang merupakan cucunya sendiri. Aminah tewas setelah didorong oleh cucunya dan mengenai pohon hingga giginya rontok. Ruyani mendorong neneknya karena tidak terima dimarahi dan dilarang memetik buah nangka. 

Kasubdit Humas Polres Serang Kota AKP Badri Hasan mengatakan, kasus penganiayaan hingga korban meninggal dunia itu terjadi pada Minggu (13/1/2021) lalu. Peristiwa tragis tersebut terjadi di kebun milik korban, tak jauh dari rumahnya.

“Saat pelaku mengambil nangka, neneknya memarahi pelaku. Karena kesal, pelaku mendorong korban hingga mengenai pohon albasiah,” katanya kepada Banten Raya, Selasa (26/1/2021).

Badri menjelaskan, setelah kejadian itu pelaku meninggalkan korban di kebun. Tidak lama berselang, seorang warga menemukan korban sudah tidak berdaya. Ketika hendak dievakuasi, perempuan berusia 88 tahun itu meninggal dunia.

“Setelah dimakamkan pada tanggal 16 Januari, warga yang memandikan korban merasa ada kejanggalan, karena terdapat gigi yang rontok, muka lebam pada bagian kepala dan di pelipis telinga sebelah kiri, serta ada luka memar pada bahu sebelah kiri. Kemudian hal itu diceritakan kepada keluarga korban,” ujarnya.

Badri menjelaskan, keluarga mencurigai Aminah meninggal tidak wajar. Keluarga akhirnya melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Penyidik kemudian melakukan penyelidikan dan memanggil sejumlah saksi. “Saat pemeriksaan, pelaku awalnya bercerita kalau korban meninggal karena terjatuh. Namun dari hasil penyelidikan, mengarah kepada cucunya itu,” jelasnya. 

Badri menambahkan, saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (25/1/2021), pelaku akhirnya mengakui jika korban meninggal dunia akibat didorong olehnya. “Setelah pengkuan itu, pelaku langsung kita tangkap dan dibawa ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,” tambahnya.

Badri menegaskan, dari pengakuan pelaku, dirinya kesal kepada neneknya karena dimarahi dan dilarang mengambil nangka. Lantaran tersulut emosi, pelaku mendorong korban dengan sekuat tenaga. “Pelaku akan dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP, ancaman pidananya paling lama tujuh tahun,” tegasnya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp