DaerahEkonomi & BisnisSerang
Trending

Harga Anjlok, Petani Kesulitan Menjual Gabah

SERANG, BANTEN RAYA – Petani padi di Kabupaten Serang kesulitan menjual gabah mereka dengan harga yang diharapkan yakni senilai Rp5.000 per kilogram. Sebab, harga gabah kering giling saat ini hanya dihargai sebesar Rp4.500 per kilogram.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Serang Subagyo mengatakan, harga gabah pada saat panen raya ini jauh dari harga ideal yang bisa memberi keuntungan bagi petani padi. “Harga gabah anjlok dan sangat rendah,” kata Subagyo, Minggu (21/3/2021).

Ia mengungkapkan, untuk harga gabah kering giling saat ini Rp4.500 per kilogram, sedangkan untuk gabah yang baru dipanen dihargai Rp4.000 per kilogram. 

“Biar petani ada untung minimal Rp5.000 per kilogram, tapi petani kesulitan bisa menjual Rp5.000 per kilogram,” ujarnya.

Bagi para petani yang berkecukupan dan memiliki modal lebih, saat ini mereka lebih memilih menyimpan padinya, sementara bagi petani yang tidak memiliki modal terpaksa menjual dengan harga yang murah.

“Luasan lahan petani kita kan umumnya setengah hektare ke bawah, jadi kalau harganya di bawah Rp5.000 per kilogram rugi. Harga anjlok karena stoknya banyak, terus stok beras pemerintah dari impor yang lalu masih banyak,” tuturnya.

Subagyo menuturkan, para petani banyak menjual gabahnya kepada pemborong lokal karena jika dijual ke Bulog harganya di bawah pasaran. “Kalau Bulog itu kan harganya rendah karena ditentukan oleh HPP (harga pembelian pemerintah),” ungkapnya.

Untuk pembeli gabah dari luar daerah seperti dari Karawang, Jawa Barat yang bisa belanja ke Kabupaten Serang saat ini mereka melakukan pembeliannya terbatas. “Mungkin karena dimana-mana sedang penen raya jadi belinya sedikit,” katanya.

Terpisah, Kepala Bulog Sub-Divre Serang Budi Indrawan mengatakan, saat ini ketersediaan beras di Bulog Sub-Divre Serang masih banyak. “Untuk stok beras di Bulog Sub-Divre Serang masih aman,” ujar Budi. (tanjung/fikri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp