DaerahHukum & KriminalSerang
Trending

Hendak Menilang, Polisi Justru Amankan Pengedar Tramadol

SERANG, BANTEN RAYA – Hendak menilang pengendara sepeda motor, anggota Satlantas Polres Serang justru mengamankan ribuan butir obat keras jenis tramadol dan hexymer, dari dalam jok motor yang dikendarai AH (19) warga Desa Medal Sari, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.

Kapolres Serang AKBP Mariyono membenarkan jika anggotanya berhasil mengamankan pengedar tramadol, saat melakukan pengaturan lalu lintas di lampu merah Simpang Empat Ciruas, Kabupaten Serang.

“Iya, awalnya anggota melihat pemotor Honda Beat yang berboncengan, salah satunya tidak menggunakan helm. Ketika disetop, salah satunya turun dan langsung lari,” katanya kepada bantenraya.com, Minggu (20/6/2021).

Ia menjelaskan, anggota Satlantas Brigadir Nurman langsung bergegas mengamankan pemotor tersebut. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan, dan pelaku AH terlihat gugup.

BACA JUGA: Tiga Napi Narkoba Jaringan Timteng Kendalikan Bisnis dari Dalam Lapas Cilegon

“Kemudian dilakukan penggeledahan dalam bagasi motor dan ditemukan dua jenis obat keras dari dalam bagasi motor yang dibungkus plastik hitam. Dua jenis obat keras itu, tramadol sebanyak 740 butir dan 2 toples berisi hexymer sebanyak 1.935 butir,” jelasnya.

Mariyono menambahkan, AH bersama dengan barang bukti kemudian langsung diamankan. Selanjutnya yang bersangkutan diserahkan ke Satresnarkoba Polres Serang untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Sekarang sudah ditangani Satnarkoba,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Iptu Michael K Tandayu menambahkan, dari pemeriksaan, ribuan obat keras yang diamankan diakui AH adalah milik SP, rekannya yang melarikan diri.

“Dia ngakunya hanya mengantar, dan ribuan obat keras itu baru saja dibeli dari seorang bandar di daerah Muara Angke, Jakarta,” katanya.

Saksikan Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Banten di Banten Raya Channel

Michael menambahkan saat ini tim Satresnarkoba tengah mengejar SP yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Sebelum diamankan petugas, obat tersebut oleh tersangka akan dibawa ke wilayah Saketi, dan akan diedarkan disana.

“Pelaku akan dijerat dalam pasal 197 Jo pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” tambahnya. (darjat)

Related Articles

Back to top button