DaerahHukum & KriminalSerang
Trending

Honorer di Pabuaran Untung Rp1,3 Miliar Hasil Memalsukan Ratusan AJB Tanah

SERANG, BANTEN RAYA – Sebanyak 690 akta jual beli (AJB) dan akta hibah tanah di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang dipalsukan oknum honorer Kecamatan Pabuaran bernama Dedi Setia Budi. Dalam menjalankan aksinya, pelaku berhasil mendapatkan keuntungan hingga Rp1,3 miliar.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny mengatakan, pengungkapan kasus pemalsuan AJB di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang merupakan pengembangan dari kasus pemalsuan AJB milik Apipah (53), warga Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, dengan tersangka JS aparatur sipil negara (ASN) yang juga staf seksi ekonomi pembangunan di Kecamatan Pabuaran.

“Dari peristiwa tersebut kemudian Camat Pabuaran Asnawi mencari dan merekap data akta jual beli dan akta hibah yang pernah diproses pada masa jabatan Babay (mantan camat) pada kurun waktu 2016-2019,” katanya kepada Banten Raya saat ekspose di Mapolda Banten, Kamis (29/4/2021).

Menurut Martri, dari pemeriksaan tersebut ditemukan beberapa blangko AJB dan akta hibah kosong, yang tandatangani mantan camat Pabuaran Babay Ahlan yang dipalsukan tersangka Dedi Setia Budi yang merupakan pekerja honorer di Kecamatan Pabuaran.

“Setelah dilakukan penyelidikan, ada sekitar 669 akta ditemukan di Kecamatan Pabuaran yang tidak teregister di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan 21 akta ditemukan di rumah tersangka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Martri menambahkan, keterangan yang diperoleh dari tersangka, untuk setiap AJB, tersangka memperoleh keuntungan bervariatif, mulai dari Rp1 juta hingga Rp4 juta. Jika dikalkulasikan total yang telah diterima tersangka sebesar Rp1,3 miliar.

“Tapi rata-rata Rp2 juta. Uangnya digunakan untuk kebutuhan hidup, dan sebagian dibelikan aset seperti mobil dan perbaikan rumah,” tambahnya.

Baca juga

Tiga Mafia Tanah di Kabupaten Serang Dibekuk, Salah Satunya PNS

Martri mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan pelaku lain. Sebab sebelumnya, Polda Banten telah mengamankan pelaku lainnya.

“Tidak ada, namun sejauh ini kita belum menerima laporan adanya tanah warga yang sudah beralih kepemilikannya, tanpa sepengetahuan pemilik tanah,” ungkapnya. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp